Ekonom Prediksi Inflasi Juli Turun, Imbas Tekanan pada Harga Telur dan Bawang Merah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatatkan inflasi yang menurun pada Juli 2026.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memprediksi, inflasi tahunan pada periode tersebut mencapai 3,11% year on year (yoy). Proyeksi tersebut lebih rendah dari inflasi Juni 2026 yang mencapai 3,34% yoy.

Sementara itu, secara bulanan inflasi diperkirakan mencapai 0,16% month to month (mtm) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,44% mtm.


Baca Juga: Survei BI: Optimisme Konsumen Naik Tipis, Tapi Mulai Kehilangan Momentum

“Inflasi melambat lebih disebabkan oleh banyak harga bahan pokok yang turun, terutama telur, bawang merah, cabai merah,” tutur David kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).

Sementara itu, untuk inflasi inti, David memperkirakan sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,76% yoy atau 0,23% mtm, terutama karena harga emas sudah relatif stagnan, dan inflasi administered price (harga yang diatur pemerintah) relatif lebih stagnan.

Baca Juga: Keyakinan Konsumen Turun, Kenaikan Harga Pangan dan Ketidakpastian Global Jadi Pemicu

Ke depan, David memperkirakan, tekanan inflasi masih cukup besar disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah, menghangatnya kembali tensi geopllitik, dan disebabkan oleh faktor El nino yang berdampak pada kenaikan harga pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News