KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang rilis data neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2026, sejumlah ekonom memperkirakan Indonesia masih akan membukukan surplus neraca dagang pada Mei 2026. Meski demikian, besaran surplus diperkirakan masih terbatas, tertahan oleh tingginya pertumbuhan impor. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, memproyeksikan surplus neraca dagang Indonesia pada Mei 2026 sebesar US$ 1 miliar, lebih tinggi dibandingkan realisasi April yang surplus US$ 89,1 juta. Menurut Banjaran, surplus tetap terjaga karena ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama neraca perdagangan. Kinerja tersebut didukung oleh ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), produk mineral, dan logam, serta permintaan yang masih solid dari mitra dagang utama Indonesia, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Ekonom Prediksi Surplus Dagang RI pada Mei 2026 Naik Terbatas, Impor Masih Tinggi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang rilis data neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2026, sejumlah ekonom memperkirakan Indonesia masih akan membukukan surplus neraca dagang pada Mei 2026. Meski demikian, besaran surplus diperkirakan masih terbatas, tertahan oleh tingginya pertumbuhan impor. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, memproyeksikan surplus neraca dagang Indonesia pada Mei 2026 sebesar US$ 1 miliar, lebih tinggi dibandingkan realisasi April yang surplus US$ 89,1 juta. Menurut Banjaran, surplus tetap terjaga karena ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama neraca perdagangan. Kinerja tersebut didukung oleh ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), produk mineral, dan logam, serta permintaan yang masih solid dari mitra dagang utama Indonesia, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.