Ekonom: Presidensi di G20 Buka Peluang Investor Melirik Potensi Investasi Indonesia



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Upaya pemerintah menggenjot investasi Indonesia melalui ajang Mandiri Investment Forum menuai apresiasi positif dari berbagai kalangan. Pasalnya, event tersebut bisa dijadikan sebagai ajang promosi bagi pemerintah untuk menawarkan daya tarik iklim investasi di Indonesia bagi para investor, baik dari lokal maupun asing. 

Telisa Aulia Falianty, Ekonom Universitas Indonesia (UI) menilai, forum investasi seperti Mandiri Investment Forum, Investor Daily Summit dan berbagai event sejenis lainnya, dapat memberikan insight bagi investor mengenai kebijakan dan strategi pemerintah dalam mengembangkan ekonomi Indonesia. 

Telisa mencontohkan paparan Presiden Jokowi dalam sebuah forum investor beberapa waktu lalu yang mempromosikan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), peningkatan kemudahan berbisnis dengan adanya penerapan one single submission (OSS), dan pertumbuhan UMKM. Promosi tersebut, secara tidak langsung, memberikan informasi secara eksplisit kepada para investor tentang upaya pemerintah mendorong investasi. 


Baca Juga: Mengenal G20: Sejarah Singkat, Anggota, dan Tema Presidensi G20 Indonesia 2022

Melalui event forum investasi, pemerintah juga bisa mengulas peluang sekaligus tantangan apa saja yang ada pada industri di Tanah Air. "Hal ini akan memberikan pertimbangan kepada para investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia," kata Telisa dalam keterangannya, Kamis (10/2).

Apalagi, lanjut Telisa, saat ini Indonesia menjadi Presidensi G20. Momen ini bisa membuka kesempatan baik para negara anggota G20 untuk melihat langsung potensi investasi Indonesia. Paling tidak, ada beberapa peluang investasi di Indonesia yang bisa dimanfaatkan investor.

Di antaranya, menurut Telisa, sektor energi, pariwisata, perikanan dan infrastruktur. "Transformasi ekonomi Indonesia saat ini juga tengah bergerak ke arah pertumbuhan ekonomi hijau atau green economy, seperti infokom, ekonomi digital dan healthcare," imbuh Telisa. 

Telisa juga memproyeksi, prospek investasi di Indonesia akan semakin membaik pada tahun ini. Proyeksi ini bercermin pada kinerja pertumbuhan investasi Indonesia di sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Defisit APBN 2022 Diprediksi Lebih Rendah dari Target, Mendekati 4% PDB

Di sepanjang tahun lalu, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 901,2 triliun atau tumbuh 9% secara year on year (YoY). Realisasi investasi ini melebihi 100,13% dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi. 

Dari realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 9,93% (YoY) dan berkontribusi sebesar 50,4%. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh 7,97% (YoY).

"Pertumbuhan investasi tersebut juga diiringi dengan porsi investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa yang terus naik sejak tahun 2019. Mayoritas investasi berada di luar Jawa dengan nilai Rp 468,2 triliun atau 52%," papar Telisa.

Masih prospeknya investasi di Indonesia, juga diungkapkan Teuku Riefky, Ekonom Makro Ekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI. Menurut Riefky, ke depan, Indonesia masih memiliki rencana untuk melakukan banyak hilirisasi. Sebab, saat ini proses penciptaan nilai tambah di dalam negeri masih relatif sangat rendah.

Editor: Dikky Setiawan