Ekonom: Rupiah jadi penghalang penurunan BI rate



JAKARTA. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai, Bank Indonesia belum bisa menurunkan acuan suku bunganya. Dari sisi inflasi memang ada ruang untuk turun, namun melihat dari sisi rupiah belum ada peluangnya belum ada.

Menurut Lana, rupiah yang semakin melemah ini memiliki dampak yang sudah serius bagi ekonomi. Perusahaan menjadi tidak sanggup berproduksi karena beban komponen impornya melonjak.

Menurut Lana, inflasi inti yang menjadi domain BI dan mengalami penurunan adalah inflasi yang tidak sehat. "Karena bersifat artifisial dan daya beli yang turun. Bukan karena efek efisiensi," terangnya, Senin (3/8). Konsumsi masyarakat selama Lebaran tidak tinggi sehingga inflasi inti turun.


Dalam catatan Lana, permintaan uang dari masyarakat selama Lebaran tahun ini hanya Rp 125,2 triliun, naik 0,3% dari realisasi tahun lalu Rp 124,8 triliun. Pertumbuhan ini drop dibanding permintaan 2013 yang pertumbuhannya mencapai 21,17% di mana realisasi 2013 sebesar Rp 103 triliun.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli 2015 sebesar 0,93%, atau sama dengan inflasi Juli tahun lalu. Meningkat dari inflasi Juni 0,54%. Inflasi tahunan tercatat 7,26%.

Untuk inflasi inti mengalami penurunan. Inflasi inti tahunan sejak Maret 2015 berada pada level di atas 5%. Namun, pada data terakhir Juli 2015 inflasi inti tahun ke tahun turun ke 4,86%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia