KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dinilai belum pantas menyandang status negara maju seperti yang dinyatakan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR). Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, terdapat perbedaan definisi maju antara USTR dengan World Bank. Apabila mengacu kepada definisi negara maju USTR, Indonesia memang sudah bisa mendapatkan gelar negara maju. Salah satunya adalah kontribusi ekspor Indonesia terhadap global suda di atas 0,5%. "Saat ini sudah 0,9%," kata dia, di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Baca Juga: Virus Korona Bikin Defisit Kian Melebar, Prediksi Fitch ke 2,5% dari PDB
Ekonom senior: Indonesia belum pantas jadi negara maju
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dinilai belum pantas menyandang status negara maju seperti yang dinyatakan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR). Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, terdapat perbedaan definisi maju antara USTR dengan World Bank. Apabila mengacu kepada definisi negara maju USTR, Indonesia memang sudah bisa mendapatkan gelar negara maju. Salah satunya adalah kontribusi ekspor Indonesia terhadap global suda di atas 0,5%. "Saat ini sudah 0,9%," kata dia, di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Baca Juga: Virus Korona Bikin Defisit Kian Melebar, Prediksi Fitch ke 2,5% dari PDB