Ekonom: Target Kredit Bank di Tahun 2022 Harus Lebih Tinggi Saat Ekonomi Pulih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinyal pemulihan ekonomi nasional semakin nyata di awal 2022. Seiring dengan itu Ekonom dan Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai perbankan harus mengerek kredit lebih tinggi lagi tahun ini. Sebab, indikator perekonomian terus menunjukkan pemulihan di 2022.

“Menurut saya, memang seharusnya perbankan menargetkan bisnis yang lebih tinggi di 2022. Karena, semua leading indicator ekonomi kita menunjukkan perekonomian kita menuju pemulihan,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Rabu (19/1).

Ia menyebut, indeks keyakinan konsumen Indonesia sudah meningkat di atas 110%. Purchasing managers' index (PMI) sudah berada zona ekspansi, cukup tinggi. 


Baca Juga: Transaksi Digital Banking BRI Tumbuh 249,5% Sepanjang 2021

Begitupun dengan indeks penjualan riil, utilisasi industri, impor naik bahan modal dan baku, penjual riil dan mobil. Semuanya menunjukkan perekonomian ke-arah pemulihan.

“Itu tentunya membutuh pembiayaan (kredit) baik konsumsi maupun produksi. Dengan demikian, pertumbuhan kredit kita bisa meningkat. Ini berdasarkan angka yang sangat rendah tahun lalu, dengan tumbuh sedikit saja tahun ini, maka pertumbuhan kredit tahun ini akan dinilai secara persentase tinggi,” jelas Piter.

Ia melihat, pertumbuhan kredit industri perbankan sepanjang 2022 bisa tumbuh 9% hingga 10%. Walaupun ada gelombang ketiga, ia yakin perekonomian Indonesia tidak akan terlalu terdampak. 

Karena masyarakat sudah lebih banyak mendapatkan akses vaksin. Dan pemerintah sudah menggelontorkan berbagai stimulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi