KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Sejumlah ekonom dari bank-bank besar di Australia memperkirakan bank sentral negara itu akan kembali menaikkan suku bunga pada pekan depan. Prediksi ini muncul setelah pejabat senior bank sentral memperingatkan risiko kenaikan inflasi akibat lonjakan harga minyak. Ekonom dari tiga bank besar Australia, Westpac, National Australia Bank (NAB), dan Commonwealth Bank of Australia, menilai peluang kenaikan suku bunga semakin besar.
Baca Juga: Bank Sentral Thailand Menahan Suku Bunga, Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Pasar kini memperkirakan sekitar 75% kemungkinan bank sentral Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,1% pada pertemuan Selasa pekan depan. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah dinilai meningkatkan risiko inflasi, sehingga mendorong bank sentral mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter. Deputi Gubernur bank sentral Australia, Andrew Hauser, sebelumnya mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Ia juga menyebut dewan bank sentral akan memperdebatkan apakah suku bunga perlu dinaikkan dalam pertemuan berikutnya. Kepala ekonom Australia di Commonwealth Bank of Australia, Belinda Allen, menilai arah kebijakan kini semakin condong pada kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Gubernur RBA: Bank Sentral Bakal Kerek Suku Bunga Lagi Jika Inflasi Memanas “Keseimbangan probabilitas telah berubah dan kami kini memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada Maret dan Mei,” ujarnya. Sebelumnya, bank sentral Australia sudah menaikkan suku bunga menjadi 3,85% bulan lalu setelah inflasi kembali meningkat, menyusul tiga kali pemangkasan suku bunga pada tahun lalu. Data terakhir menunjukkan inflasi utama Australia mencapai 3,8% pada Januari. Sementara inflasi inti yang diukur melalui trimmed mean naik menjadi 3,4%, masih berada di atas target bank sentral yang berada di kisaran 2% hingga 3%.
Sementara itu, kepala ekonom Deutsche Bank Phil O’Donaghoe sebelumnya menilai gejolak pasar akibat perang Iran dapat mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Maret.
Baca Juga: Bank Besar Ubah Proyeksi Suku Bunga The Fed, JP Morgan Prediksi Kenaikan pada 2027 Namun setelah mencermati pernyataan pejabat bank sentral, ia menilai asumsi tersebut kurang tepat. Menurutnya, jika konflik meningkat dalam beberapa hari ke depan bank sentral memang bisa menunda kenaikan suku bunga. Namun untuk saat ini, skenario dasar yang diperkirakan tetap mengarah pada kenaikan suku bunga.