JAKARTA. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai, saat ini Indonesia masih jauh dari krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada 1998 akibat melemahnya mata uang rupiah. "Kalau dilihat angka sepertinya sudah dekat, dulu Rp 15.000 sekarang kita sudah Rp 13.400. Meskipun angkanya mirip, tetapi situasinya sangat berbeda," ujar dia di Jakarta, Kamis (2/7) malam. Pada 1998, kata dia, inflasi mencapai 78% karena rupiah melemah sehingga orang-orang berlomba menarik dana dari perbankan dalam bentuk tunai dan BI mencetak uang dalam jumlah besar.
Ekonom UGM menilai Indonesia jauh dari krisis 1998
JAKARTA. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai, saat ini Indonesia masih jauh dari krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada 1998 akibat melemahnya mata uang rupiah. "Kalau dilihat angka sepertinya sudah dekat, dulu Rp 15.000 sekarang kita sudah Rp 13.400. Meskipun angkanya mirip, tetapi situasinya sangat berbeda," ujar dia di Jakarta, Kamis (2/7) malam. Pada 1998, kata dia, inflasi mencapai 78% karena rupiah melemah sehingga orang-orang berlomba menarik dana dari perbankan dalam bentuk tunai dan BI mencetak uang dalam jumlah besar.