KONTAN.CO.ID - Ketidakpastian ekonomi serta risiko fiskal domestik meningkat, namun PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) menorehkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Jeli membaca kebutuhan nasabah sebagai strategi menghimpun dana murah menjadi kunci utama BCA bertahan di tengah tekanan makroekonomi. Dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) merupakan indikator penting kekuatan fundamental perbankan karena mencerminkan stabilitas likuiditas dan efisiensi biaya dana (cost of fund). Hingga akhir Maret 2026, total DPK (Dana Pihak Ketiga) BCA tumbuh 8,3% secara tahunan mencapai Rp1.292,4 triliun. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK. Dana murah yakni giro dan tabungan naik 11,2% secara tahunan menjadi Rp1.089 triliun. BCA berhasil mengoptimalkan penghimpunan dana murah dengan berbagai inovasi, di antaranya dengan menghadirkan layanan “poket valas” atau konversi tabungan rupiah ke valuta asing. Ekonom Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai poket valas bukan sekadar inovasi produk, melainkan langkah cerdas BCA merespons perubahan preferensi nasabah.
Ekonom Ungkap Langkah BCA Himpun Dana Murah Mampu Topang Fundamental
KONTAN.CO.ID - Ketidakpastian ekonomi serta risiko fiskal domestik meningkat, namun PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) menorehkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Jeli membaca kebutuhan nasabah sebagai strategi menghimpun dana murah menjadi kunci utama BCA bertahan di tengah tekanan makroekonomi. Dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) merupakan indikator penting kekuatan fundamental perbankan karena mencerminkan stabilitas likuiditas dan efisiensi biaya dana (cost of fund). Hingga akhir Maret 2026, total DPK (Dana Pihak Ketiga) BCA tumbuh 8,3% secara tahunan mencapai Rp1.292,4 triliun. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK. Dana murah yakni giro dan tabungan naik 11,2% secara tahunan menjadi Rp1.089 triliun. BCA berhasil mengoptimalkan penghimpunan dana murah dengan berbagai inovasi, di antaranya dengan menghadirkan layanan “poket valas” atau konversi tabungan rupiah ke valuta asing. Ekonom Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai poket valas bukan sekadar inovasi produk, melainkan langkah cerdas BCA merespons perubahan preferensi nasabah.