JAKARTA. Pemerintah akan menerbitkan surat utang dalam bentuk valuta asing (valas) berdenominasi yen yaitu samurai bond dalam waktu dekat. Rencananya pemerintah akan mengambil nominal yang lebih tinggi dalam penerbitan kali ini yaitu lebih dari US$ 600 juta. Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, minat investor Jepang terhadap samurai bond akan atraktif. Kunjungan kepresidenan yang dilakukan Presiden Jokowi ke Tiongkok dan Jepang beberapa waktu lalu menjadi sinyal untuk menarik investasi ke Indonesia. Ekonomi Jepang yang melambat akan membuat investor beralih untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Apalagi, sudah banyak investasi yang Jepang tanamkan di Indonesia sehingga hubungan dengan Indonesia sudah erat. "Sekalipun nantinya garansi dikurangi, tidak akan mengurangi ketertarikan mereka," terang Josua ketika dihubungi KONTAN, Rabu (8/4).
Ekonom yakin dagangan samurai bond laku
JAKARTA. Pemerintah akan menerbitkan surat utang dalam bentuk valuta asing (valas) berdenominasi yen yaitu samurai bond dalam waktu dekat. Rencananya pemerintah akan mengambil nominal yang lebih tinggi dalam penerbitan kali ini yaitu lebih dari US$ 600 juta. Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, minat investor Jepang terhadap samurai bond akan atraktif. Kunjungan kepresidenan yang dilakukan Presiden Jokowi ke Tiongkok dan Jepang beberapa waktu lalu menjadi sinyal untuk menarik investasi ke Indonesia. Ekonomi Jepang yang melambat akan membuat investor beralih untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Apalagi, sudah banyak investasi yang Jepang tanamkan di Indonesia sehingga hubungan dengan Indonesia sudah erat. "Sekalipun nantinya garansi dikurangi, tidak akan mengurangi ketertarikan mereka," terang Josua ketika dihubungi KONTAN, Rabu (8/4).