Ekonomi belum pulih, restrukturisasi kredit masih tinggi meski NPL turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan OJK (OJK) sudah merilis angka rasio kredit bermasalah (NPL) secara industri sampai Juni 2018.

NPL bank tercatat turun dari 2,96% di Juni 2017 menjadi 2,67% di Juni 2018, namun ternyata dibalik itu bank melakukan restrukturisasi dan hapus buku kredit atau write off cukup besar.

Hal ini bisa dilihat dari realisasi kinerja bank besar yang sudah mempublikasikan laporan keuangan kuartal II-2018.


Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada mengatakan, saat ini meskipun NPL industri perbankan sudah turun namun risiko kredit belum kembali normal.

"Karena ekonomi riil masih belum pulih sepenuhnya," kata Haryono kepada kontan.co.id, Jumat (27/7).

Menurut Haryono ada dua indikator yang bisa menjadi patokan terkait risiko kredit. Pertama adalah jumlah kredit yang direstrukturisasi dan kedua adalah kredit yang dihapus buku atau write off.

Jika misalnya, suatu kredit bank masuk dalam kategori NPL atau kredit macet. Jika bank melakukan restrukturisasi dan hapus buku, ada potensi kredit tersebut kembali kembali kredit lancar.

Bank Mayapada mengaku belum melakukan hapus buku dan restrukturisasi kredit sampai akhir Juni 2018. Hal ini menyebabkan NPL bank masih tinggi.

Sampai Juni 2018 NPL Bank Mayapada sebesar 4,3% atau membaik dari periode sama 2017 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi