JAKARTA. Sinyal risiko perlambatan ekonomi di China yang semakin nyata, memadamkan laju harga minyak. Kekhawatiran penurunan permintaan minyak meningkat, setelah Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mengatakan risiko pemutusan hubungan kerja di China makin tinggi. Krisis utang Eropa, yang menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia, juga mengancam permintaan minyak global. Prediksi itu muncul karena zona euro selama ini menggunakan 16% dari minyak yang diproduksi. Konsumsi zona euro cuma kalah dari Amerika Serikat (AS), yang menggunakan 21%, dan di atas China, yaitu 11%. Sentimen positif dari pernyataan Gubernur Federal Reserves, Ben Bernanke, tentang kemungkinan kebijakan moneter untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, gagal mengangkat harga minyak.
Ekonomi China menekan harga minyak
JAKARTA. Sinyal risiko perlambatan ekonomi di China yang semakin nyata, memadamkan laju harga minyak. Kekhawatiran penurunan permintaan minyak meningkat, setelah Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mengatakan risiko pemutusan hubungan kerja di China makin tinggi. Krisis utang Eropa, yang menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia, juga mengancam permintaan minyak global. Prediksi itu muncul karena zona euro selama ini menggunakan 16% dari minyak yang diproduksi. Konsumsi zona euro cuma kalah dari Amerika Serikat (AS), yang menggunakan 21%, dan di atas China, yaitu 11%. Sentimen positif dari pernyataan Gubernur Federal Reserves, Ben Bernanke, tentang kemungkinan kebijakan moneter untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, gagal mengangkat harga minyak.