KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggelontoran stimulus bank sentral global serta ekonomi China yang membaik setelah lebih dulu berhasil menangani pandemi Covid-19, menyokong harga tembaga. Mengutip Bloomberg, Senin (13/7), harga tembaga di London Metal Exchange raih harga tertinggi dengan naik 2,48% menjadi US$ 6.571 per metrik ton. Baca Juga: Menakar kekuatan bisnis Grup Sinarmas di sektor sawit dan kertas
Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan harga tembaga dalam tren naik karena permintaan tembaga kembali muncul setelah ekonomi China mulai membaik dari pandemi korona. Pasokan tembaga yang mengetat menjadi juga menambah sentimen positif bagi harga tembaga. Kabar terbaru, Tambang Antofagasta Centinela, Cile sedang melalukan pemungutan suara untuk menentukan mogok kerja karena pandemi. Jika mogok kerja terjadi maka pasokan tembaga akan semakin berkurang dan harga bisa kembali naik.