Ekonomi Global 2027 Masih Penuh Ketidakpastian, Pemerintah Siapkan Strategi Ini



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi global pada 2027 yang diperkirakan masih dibayangi ketidakpastian tinggi. Pengalaman dalam merespons berbagai tekanan eksternal sepanjang 2026 menjadi salah satu modal pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah melewati sejumlah guncangan ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai kebijakan yang diterapkan dinilai mampu meredam dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Jadi, perekonomian dunia di tahun 2027 diperkirakan masih akan dihadapkan pada kondisi yang kompleks dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Tapi kita sudah punya pengalaman yang cukup,” tutur purbaya dalam konferensi pers, Jumat (14/8/2026).


Baca Juga: Prabowo Ungkap Perbaikan Kinerja PT Timah dan Penertiban Tambang Ilegal

Purbaya menyebut hingga Agustus 2026, pemerintah telah menghadapi berbagai guncangan global dan dapat meresponbya dengan berbagai kebijakan yang cukup baik, yang bisa mengurangi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut dia, pengalaman pemerintah dalam menjaga perekonomian selama tiga triwulan terakhir menjadi bekal penting dalam menjalankan desain kebijakan ekonomi pada 2027.

“Jadi, apa yang didesain oleh Bapak Presiden yang dipresentasikan tadi di DPR hampir pasti akan bisa direalisasikan dengan memanfaatkan pengalaman kita yang sudah cukup baik selama ini,” kata Purbaya.

Risiko Ekonomi Global 2027

Dalam bahan paparannya, pemerintah memperkirakan perekonomian dunia pada 2027 masih menghadapi berbagai risiko struktural dan siklikal yang berpotensi menekan kinerja ekonomi global. Meskipun pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan membaik, tingkat ketidakpastian tetap menjadi salah satu perhatian utama.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal tetap mampu merespons perubahan kondisi global sekaligus menjaga stabilitas perekonomian domestik.

Di tengah berbagai risiko tersebut, pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih memiliki ketahanan yang solid. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta dukungan kebijakan pemerintah. Kinerja ini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.

Arah Kebijakan Fiskal 2027

Ketahanan ekonomi nasional tersebut menjadi basis pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal dan APBN 2027. Pemerintah menempatkan kebijakan fiskal sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Menko Pangan: Kopdes Merah Putih yang Dibangun di Gunung Akan Ditertibkan

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.

Untuk merealisasikan tema tersebut, strategi pemerintah akan difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Meski mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kualitas dan keberlanjutan APBN. Pengelolaan anggaran akan diarahkan agar tetap mampu menjadi penyangga perekonomian ketika menghadapi tekanan eksternal.

Berdasarkan paparan Kementerian Keuangan, RAPBN 2027 akan dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui peningkatan pendapatan negara, peningkatan kualitas dan efisiensi belanja, serta pembiayaan anggaran yang inovatif dan prudent.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap APBN 2027 tidak hanya berfungsi sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: