Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Rupiah Melemah ke Rp 16.842 per Dolar AS



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (5/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,39% ke Rp 16.842 per dolar AS. 

Sejalan, Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,30% ke Rp 16.826 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rilis pertumbuhan ekonomi tak mampu menahan pelemahan rupiah.


Sekedar mengingatkan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 5,11%. Realisasi tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024 yang tercatat 5,03% YoY. 

Baca Juga: Minna Padi Investama (PADI) Keluar FCA Saat Ada Kasus Hukum, Saham Ambles Hampir 15%

“Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya,” ujar Ibrahim, Kamis (5/2/2026). 

Sepanjang 2025, berdasarkan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 13.580,5 triliun. Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51% secara tahunan. 

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom.

Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. 

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan (YoY).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.842 Per Dolar AS Hari Ini (5/2), Asia Bervariasi

Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1% jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2%. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (6/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.840 – Rp 16.900 per dolar AS.

Selanjutnya: Malaysia Menjadi Magnet Investor Global Berkat Ekonomi Stabil dan Penguatan Ringgit

Menarik Dibaca: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News