Ekonomi Inggris Tumbuh 1,6% pada Juli, Tertinggi dalam 18 Bulan



KONTAN.CO.ID - Perekonomian Inggris tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada Juli 2026, didorong oleh sektor jasa dan bisnis yang terkait dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Data Office for National Statistics (ONS) menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 1,6% secara tahunan pada Juli, menjadi pertumbuhan tercepat dalam 18 bulan sejak Februari 2025.

Baca Juga: Harga Minyak Mendekati US$110, IEA Ungkap Ancaman Besar di Baliknya


Angka tersebut juga melampaui proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 1,2%.

Secara bulanan, ekonomi Inggris tumbuh 0,4% pada Juli, berbalik dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan tidak ada pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan hingga Juli juga mencapai 0,4%, lebih tinggi dari perkiraan.

Pertumbuhan tersebut memberikan angin segar bagi Menteri Keuangan Inggris yang baru, John Healey, menjelang penyusunan anggaran pertamanya pada 28 Oktober.

Namun, kenaikan biaya pinjaman pemerintah dan lonjakan harga minyak berpotensi menjadi tantangan.

James Smith, ekonom pasar negara maju di ING, menilai ekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan meski menghadapi dampak perang Iran.

Baca Juga: Modi dan Putin Gelar Pembicaraan di New Delhi, Bahas Perdagangan Hingga Pertahanan

Sektor AI dorong pertumbuhan Inggris

ONS menyebut sebagian besar pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan terakhir berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang pemrograman komputer dan mendapat manfaat dari booming AI.

Direktur Statistik Ekonomi ONS Liz McKeown mengatakan, sektor jasa kembali menjadi pendorong utama pertumbuhan pada Juli. Bisnis pemrograman komputer memberikan kontribusi terbesar.

Selain perkembangan AI, sejumlah perusahaan juga mendapat dorongan dari gelaran Piala Dunia sepak bola putra serta cuaca panas yang tidak biasa pada Juli.

Healey menyambut data tersebut dengan menyebut ekonomi Inggris menunjukkan "ketahanan yang menggembirakan". Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih rapuh.

Pada paruh pertama 2026, ekonomi Inggris tumbuh sekitar 1%, menjadi pertumbuhan tercepat di antara negara-negara G7.

Meski demikian, sejumlah analis menilai angka tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor musiman yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam penyesuaian data.

Matt Swannell, kepala penasihat ekonomi ITEM Club, memperkirakan pertumbuhan Inggris mulai melambat menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Pasokan Minyak Arab Saudi Capai Titik Terendah Dalam Lebih dari 3 Dekade

Sebaliknya, Sanjay Raja, Kepala Ekonom Inggris Deutsche Bank, menilai momentum pertumbuhan Inggris semakin sulit diabaikan.

Ia memperkirakan, sejumlah lembaga peramal ekonomi akan menaikkan proyeksi pertumbuhan Inggris tahun ini sekitar 0,1 poin persentase setelah rilis data tersebut.

Sejumlah ekonom juga mulai melihat tanda-tanda pemulihan produktivitas Inggris, yang menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan standar hidup dalam jangka panjang.

Namun, pemulihan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum ada konsensus mengenai penyebabnya.

Bayang-bayang perang Iran

Bank of England (BoE) sebelumnya memperkirakan ekonomi Inggris akan tumbuh 1,1% sepanjang 2026.

Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan data ekonomi terbaru ternyata menunjukkan kinerja yang sedikit lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

Namun, konflik AS-Israel dengan Iran tetap menjadi risiko bagi perekonomian Inggris. Harga minyak dunia telah menembus US$105 per barel setelah eskalasi konflik, sehingga meningkatkan tekanan terhadap inflasi dan biaya pinjaman pemerintah.

Baca Juga: Harga Emas Rebound, Ditopang Penurunan Harga Minyak: Pasar Menanti Data Inflasi AS

BoE memperkirakan inflasi Inggris dapat meningkat menjadi sekitar 3,2% pada akhir tahun.

Hampir seluruh ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan dan sepanjang sisa tahun.

Namun, pasar keuangan kini memperkirakan kenaikan suku bunga hampir pasti terjadi pada November karena tekanan inflasi yang semakin kuat.