KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Iran menghadapi gejolak yang semakin serius. Sejak perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni tahun lalu dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir utama Iran, lampu kuning ekonomi Iran menyala. Pembicaraan tentang kesepakatan baru antara Iran dan AS pada bulan Februari ini, tidak banyak membantu sentimen bisnis di negara itu. "Investor tidak memikirkan ekspansi atau menciptakan lapangan kerja. Mereka hanya memikirkan untuk menyelamatkan bisnis mereka," kata seorang juru bicara sektor swasta Iran seperti dikutip BBC. Marjan, warga yang tinggal di Isfahan, kota terbesar kedua di Iran mengaku dulu bisa makan di luar dua kali sebulan. "Sekarang kami tidak bisa. Kami harus menabung uang itu untuk membayar sewa," ujarnya.
Ekonomi Iran Ambruk, Inflasi 60% Hantam Kebutuhan Pokok Warga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Iran menghadapi gejolak yang semakin serius. Sejak perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni tahun lalu dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir utama Iran, lampu kuning ekonomi Iran menyala. Pembicaraan tentang kesepakatan baru antara Iran dan AS pada bulan Februari ini, tidak banyak membantu sentimen bisnis di negara itu. "Investor tidak memikirkan ekspansi atau menciptakan lapangan kerja. Mereka hanya memikirkan untuk menyelamatkan bisnis mereka," kata seorang juru bicara sektor swasta Iran seperti dikutip BBC. Marjan, warga yang tinggal di Isfahan, kota terbesar kedua di Iran mengaku dulu bisa makan di luar dua kali sebulan. "Sekarang kami tidak bisa. Kami harus menabung uang itu untuk membayar sewa," ujarnya.
TAG: