Ekonomi Jepang Melejit 1,3% di Kuartal IV-2025, Ditopang Investasi Bisnis yang Kuat



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Ekonomi Jepang tumbuh lebih cepat dari perkiraan awal pada kuartal IV-2025, berkat investasi bisnis yang pesat, meskipun konflik Timur Tengah membayangi prospek pertumbuhan.

Selasa (10/3/2026), data revisi menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) Jepang naik 1,3% di tiga bulan terakhir 2025, lebih cepat dari perkiraan awal yang hanya 0,2% dan sedikit melampaui perkiraan median ekonom untuk pertumbuhan sebesar 1,2%.

Secara kuartalan tanpa perhitungan tahunan, PDB di kuartal IV-2025 tumbuh 0,3%, sesuai dengan perkiraan median untuk ekspansi 0,3% dan dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar 0,1%.


Belanja modal perusahaan meningkat 1,3% pada kuartal IV-2026, pertumbuhan terbesar sejak Oktober-Desember 2023. Angka ini direvisi naik dari perkiraan awal sebesar 0,2% dan melampaui perkiraan ekonom sebesar 1,1%.

Baca Juga: Kim Jong Un Kirim Surat Penting ke Xi Jinping, Apa Isinya?

Konsumsi swasta Jepang, yang menyumbang lebih dari setengah perekonomian Jepang, meningkat 0,3%, sedikit berubah dari peningkatan 0,1% dalam data awal.

Permintaan eksternal, atau ekspor dikurangi impor, tidak berubah dari data awal yang menunjukkan tidak ada kontribusi terhadap PDB. Permintaan domestik menyumbang 0,3 poin persentase, direvisi naik dari kontribusi nol.

Pertumbuhan kuartal IV-2025 mengikuti kontraksi 2,6% pada Juli-September dan ekspansi 2,4% pada April-Juni. Ukuran PDB nominal Jepang mencapai 663,8 triliun yen (US$ 4,20 triliun) tahun lalu setelah revisi, data menunjukkan.

Data lain yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan pengeluaran rumah tangga Jepang secara tak terduga turun 1,0% pada Januari dibandingkan tahun sebelumnya, pertanda buruk bagi konsumsi swasta.

Untuk meredam dampak ekonomi dari kenaikan biaya bahan bakar yang disebabkan oleh konflik Iran, Jepang akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk menekan harga bensin, kata Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari Senin.

Baca Juga: Perintah Pembubaran Dibatalkan: TikTok Kanada Akhirnya Boleh Beroperasi.

Bank Sentral Jepang belum mengubah pendiriannya mengenai kenaikan suku bunga jika pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkiraannya, meskipun Gubernur Kazuo Ueda mengatakan potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap pertumbuhan global memerlukan kewaspadaan.