KONTAN.CO.ID - WIESBADEN. Perekonomian Jerman tumbuh lebih kuat dari perkiraan awal pada kuartal II-2026. Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis), Selasa (25/8/2026), mengumumkan produk domestik bruto (PDB) Jerman meningkat 0,3% dibandingkan kuartal sebelumnya, setelah disesuaikan dengan faktor harga, musiman, dan kalender. Angka yang diumumkan tersebut merupakan angka pertumbuhan ekonomi final. Data pertumbuhan PDB final tersebut lebih tinggi dibandingkan konsensus proyeksi ekonom, yang menunjukkan pertumbuhan 0,2%. Realisasi tersebut memang lebih rendah dibanding angka pertumbuhan kuartal I-2026, sebesar 0,4%. Tapi realisasi tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama setahun sebelumnya, di mana ekonomi tercatat stagnan.
Secara tahunan, PDB Jerman pada kuartal II-2026 tumbuh 1,0% secara riil, naik dari pertumbuhan 0,8% pada kuartal I. Dengan penyesuaian kalender, pertumbuhan tahunan juga mencapai 1,0%. Angka tersebut sekaligus direvisi naik dari estimasi awal 0,9%. Presiden Destatis Ruth Brand mengatakan, ekonomi Jerman mempertahankan momentum pertumbuhan yang terbentuk sejak awal tahun. “Seperti pada kuartal I, pertumbuhan pada kuartal II terutama ditopang perkembangan ekspor yang positif,” papar Brand, melalui keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Trump Siapkan Tarif Baru 7,5% untuk Barang China Data sebelumnya dari Destatis menunjukkan ekspor telah menjadi faktor penting pertumbuhan pada kuartal I, ketika ekspor meningkat tajam. Dari sisi penggunaan, ekspor barang dan jasa meningkat 2,0% dibandingkan kuartal sebelumnya setelah disesuaikan dengan harga, faktor musiman, dan kalender. Pertumbuhan ekspor tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan impor barang dan jasa yang mencapai 1,5%. Sementara itu, konsumsi final hanya meningkat 0,1% secara kuartalan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 0,1%, sedangkan konsumsi pemerintah juga naik 0,1%. Kinerja investasi masih menjadi titik lemah. Pembentukan modal tetap bruto turun 0,2% pada kuartal II. Investasi mesin dan peralatan merosot 1,4%, sementara investasi konstruksi hanya meningkat tipis 0,1%. Destatis mencatat pemulihan investasi konstruksi belum cukup kuat setelah kinerja yang lemah pada awal tahun. Ini antara lain disebabkan kondisi cuaca yang sangat dingin.
Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Transit Kapal Komoditas Capai Titik Terendah 3 Bulan Alhasil, struktur pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal II masih sangat bergantung pada sektor eksternal. Ekspor yang menguat mampu mengimbangi konsumsi domestik yang hanya tumbuh tipis dan investasi yang kembali melemah. Pertumbuhan tersebut memperpanjang tren ekspansi ekonomi Jerman pada 2026. Setelah tumbuh 0,4% pada kuartal I, ekonomi terbesar Eropa itu mencatat pertumbuhan 0,3% pada kuartal II. Sebelumnya, perekonomian Jerman mengalami stagnasi pada sejumlah periode sepanjang 2025 dan hanya mencatat pertumbuhan tahunan 0,2% pada 2025. Meski demikian, momentum pertumbuhan masih menghadapi sejumlah risiko. Pemerintah Jerman sebelumnya mencatat, permintaan domestik masih tertahan akibat tekanan daya beli dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, prospek ekspor tetap menghadapi risiko dari ketegangan perdagangan global dan harga energi yang tinggi. Secara keseluruhan, data final Destatis menunjukkan pemulihan ekonomi Jerman pada paruh pertama 2026 berlangsung sedikit lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Namun, sumber pertumbuhan masih belum merata karena ekspor menjadi motor utama, sementara konsumsi dan investasi domestik belum menunjukkan penguatan yang berarti.