KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan investasi yang masih positif pada kuartal II-2026 dinilai belum cukup untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Pemerintah dinilai perlu untuk meningkatkan kualitas investasi yang masuk agar tidak hanya memperbesar nilai investasi, tetapi juga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong konsumsi masyarakat. Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, realisasi investasi sebesar Rp 511,8 triliun pada kuartal II-2026 yang tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/yoy) tetap menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Realisasi investasi sebesar Rp 511,8 triliun pada kuartal II-2026 yang tumbuh 7,1% yoy tentu menjadi sinyal positif dan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun, jika dicermati lebih dalam, kualitas pertumbuhan investasinya mulai menunjukkan perbedaan yang cukup jelas," ujar Faiz kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).
Ekonomi Kuartal II-2026 Diprediksi Hanya Tumbuh 4,9%, Ini Alasannya
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan investasi yang masih positif pada kuartal II-2026 dinilai belum cukup untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Pemerintah dinilai perlu untuk meningkatkan kualitas investasi yang masuk agar tidak hanya memperbesar nilai investasi, tetapi juga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong konsumsi masyarakat. Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, realisasi investasi sebesar Rp 511,8 triliun pada kuartal II-2026 yang tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/yoy) tetap menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Realisasi investasi sebesar Rp 511,8 triliun pada kuartal II-2026 yang tumbuh 7,1% yoy tentu menjadi sinyal positif dan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun, jika dicermati lebih dalam, kualitas pertumbuhan investasinya mulai menunjukkan perbedaan yang cukup jelas," ujar Faiz kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).