Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi 5,25%, Masih di Bawah Target Pemerintah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025  berada di kisaran 5,25%, sedangkan untuk keseluruhan tahun 2025 di kisaran 5,07%.

Josua  menyebut, proyeksi ini mencerminkan proyeksi yang masih solid namun cenderung belum cukup untuk mengejar sasaran pemerintah 5,45% pada kuartal IV dan 5,2% untuk sepanjang tahun 2025.

“Karena untuk mencapai level itu dibutuhkan lonjakan tambahan dari konsumsi dan investasi yang lebih besar dari pola musiman normal di akhir tahun,” tutur Josua kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).


Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Diprediksi Hanya Capai 5,1%

Menurut Josua, faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 datang dari konsumsi yang tetap kuat di tengah inflasi yang masih terjaga, tercermin dari keyakinan konsumen yang tetap berada di zona optimistis serta tekanan harga tahunan yang moderat.

Dari sisi aktivitas, ia melihat dunia usaha masih menunjukkan kinerja yang terjaga dan industri pengolahan tetap berada pada fase ekspansi, sehingga menopang produksi dan distribusi barang pada periode akhir tahun.

Sedangkan dari sisi permintaan, ia menyebut penjualan eceran memang meningkat pada November dan masih diperkirakan tumbuh pada Desember 2025, namun lajunya tidak menunjukkan akselerasi yang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan menembus 5,45% tanpa dukungan dari belanja pemerintah dan percepatan realisasi proyek.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai Target 5,2%

Menurutnya, dukungan lain yang penting adalah likuiditas dan penyaluran kredit yang menguat pada akhir tahun, yang biasanya membantu pembiayaan kegiatan usaha dan belanja masyarakat.

“Sepanjang 2025, penopang terbesar tetap kombinasi konsumsi rumah tangga yang relatif resilien dan investasi yang kuat, terlihat dari realisasi investasi yang mencapai target tahunan dan tetap tumbuh, dengan kontribusi besar dari proyek hilirisasi dan sektor-sektor terkait,” ungkapnya.

Ke depan, ia memperkirakan, tumpuan pertumbuhan yang paling realistis adalah menjaga mesin investasi tetap meningkat sambil memperkuat daya beli dengan mendorong percepatan proyek hilirisasi yang makin menyebar ke luar mineral, penguatan industri pengolahan agar menyerap tenaga kerja lebih luas, pengembangan kawasan industri dan perumahan, serta investasi infrastruktur penunjang seperti listrik, pelabuhan, dan logistik agar biaya usaha turun dan kapasitas produksi naik.

Pada saat yang sama, ia juga menekankan, stabilitas harga dan ketersediaan pembiayaan perlu dijaga supaya konsumsi tidak melemah, karena tanpa konsumsi yang lebih kuat, pertumbuhan mudah tertahan di sekitar 5% meskipun investasi tinggi.

Selanjutnya: Apple TV Tetapkan Oktober sebagai Jadwal Tayang Film Mobil Mainan Mattel Matchbox

Menarik Dibaca: Bukan Lipstik Wardah Saja, Rekomendasi Lipstik Ini Juga Tak Bikin Bibir Gelap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News