JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke-3 2015 hanya bisa tumbuh 4,73%. Walau memang kelihatannya tidak terlalu buruk dan lebih baik dari kuartal sebelumnya, tapi sebenarnya angka pertumbuhan ini di bawah ekspektasi dari para analis dan ekonom di 4,8%. “Para menteri harus bekerja lebih keras lagi, supaya GDP di kuartal empat dan akhir tahun 2015 bisa menjadi lebih baik,” tutur John Herry Teja Direktur Ciptadana Securities. Sebenarnya kebijakan-kebijakan pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan seperti percepatan pertumbuhan sektor real, dan menarik investor asing masuk, adalah kebijakan yang bagus dan sudah on the right track. Tapi gejolak mata uang rupiah yang banyak terjadi di kuartal 3 lalu, membuat kondisi perusahaan-perusahaan Indonesia sangat tertekan. Terutama perusahaan yang bahan baku dan utangnya dalam mata uang US dolar. “Jadi kalau saja program-program stimulus pemerintah tidak bisa diimplementasi dan dieksekusi dengan baik, nilai mata uang rupiah akan terus tertekan,” terang John.
Ekonomi lamban, menteri harus kerja lebih keras
JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke-3 2015 hanya bisa tumbuh 4,73%. Walau memang kelihatannya tidak terlalu buruk dan lebih baik dari kuartal sebelumnya, tapi sebenarnya angka pertumbuhan ini di bawah ekspektasi dari para analis dan ekonom di 4,8%. “Para menteri harus bekerja lebih keras lagi, supaya GDP di kuartal empat dan akhir tahun 2015 bisa menjadi lebih baik,” tutur John Herry Teja Direktur Ciptadana Securities. Sebenarnya kebijakan-kebijakan pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan seperti percepatan pertumbuhan sektor real, dan menarik investor asing masuk, adalah kebijakan yang bagus dan sudah on the right track. Tapi gejolak mata uang rupiah yang banyak terjadi di kuartal 3 lalu, membuat kondisi perusahaan-perusahaan Indonesia sangat tertekan. Terutama perusahaan yang bahan baku dan utangnya dalam mata uang US dolar. “Jadi kalau saja program-program stimulus pemerintah tidak bisa diimplementasi dan dieksekusi dengan baik, nilai mata uang rupiah akan terus tertekan,” terang John.