JAKARTA. Dampak melemahnya ekonomi di Indonesia makin terasa di Jawa Barat. Akibat menurunnya permintaan, sekitar 200 perusahaan tekstil, garmen, dan sepatu yang berorientasi pasar lokal ter[aksa memperpanjang libur karyawan hingga pekan depan. Padahal seharusnya, para karyawan mulai bekerja pekan lalu. “Anggota kami ada 8.000 pengusaha. Sekitar 200 di antaranya memperpanjang libur karyawannya. Sebagiannya sudah masuk pekan ini, dan sebagiannya lagi baru akan masuk Senin depan,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Dedy Widjaja, Jumat (31/7). Dedy menjelaskan, pengusaha memperpanjang libur karyawan karena produksi dihentikan sementara di tengah lesunya permintaan. Sampai saat ini, masih banyak stok barang menumpuk di gudang.
Ekonomi lesu, 200 perusahaan Jabar stop produksi
JAKARTA. Dampak melemahnya ekonomi di Indonesia makin terasa di Jawa Barat. Akibat menurunnya permintaan, sekitar 200 perusahaan tekstil, garmen, dan sepatu yang berorientasi pasar lokal ter[aksa memperpanjang libur karyawan hingga pekan depan. Padahal seharusnya, para karyawan mulai bekerja pekan lalu. “Anggota kami ada 8.000 pengusaha. Sekitar 200 di antaranya memperpanjang libur karyawannya. Sebagiannya sudah masuk pekan ini, dan sebagiannya lagi baru akan masuk Senin depan,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Dedy Widjaja, Jumat (31/7). Dedy menjelaskan, pengusaha memperpanjang libur karyawan karena produksi dihentikan sementara di tengah lesunya permintaan. Sampai saat ini, masih banyak stok barang menumpuk di gudang.