JAKARTA. Di tengah lesunya ekonomi nasional dan global, pemerintah percaya diri menetapkan target penerimaan perpajakan tahun depan. Dalam nota keuangan yang disampaikan ke DPR oleh Presiden Joko Widodo terungkap, rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 menargetkan penerimaan perpajakan Rp 1.565, 8 triliun, naik 5,3% dari target APBNP 2015, yaitu Rp 1.489,3 triliun. Jika dikurangi penerimaan kepabeanan dan cukai, termasuk PPh Migas, target penerimaan pajak 2016 Rp 1.320 triliun, naik Rp 75,3 triliun dari tahun ini yang sebesar Rp 1.244,7 triliun. Target kenaikan ini nampaknya mungil. Tapi, harus diingat, target 2016 belum memperkirakan target 2015 yang diproyeksi meleset, dengan kekurangan (shortfall) Rp 120 triliun.
Ekonomi lesu, kok, target pajak dikerek
JAKARTA. Di tengah lesunya ekonomi nasional dan global, pemerintah percaya diri menetapkan target penerimaan perpajakan tahun depan. Dalam nota keuangan yang disampaikan ke DPR oleh Presiden Joko Widodo terungkap, rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 menargetkan penerimaan perpajakan Rp 1.565, 8 triliun, naik 5,3% dari target APBNP 2015, yaitu Rp 1.489,3 triliun. Jika dikurangi penerimaan kepabeanan dan cukai, termasuk PPh Migas, target penerimaan pajak 2016 Rp 1.320 triliun, naik Rp 75,3 triliun dari tahun ini yang sebesar Rp 1.244,7 triliun. Target kenaikan ini nampaknya mungil. Tapi, harus diingat, target 2016 belum memperkirakan target 2015 yang diproyeksi meleset, dengan kekurangan (shortfall) Rp 120 triliun.