JAKARTA. Waralaba makanan dan minuman diyakini masih akan tetap diminati walaupun kondisi perekonomian Indonesia tengah lesu. Pasalnya industri tersebut menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok setiap orang. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit mengatakan, meski tengah perlambatan ekonomi, omzet industri waralaba diperkirakan masih bakal tumbuh, paling tidak 15%. "Tidak seperti barang lain. Urusan perut nomor satu. Memang turun dibandingkan tahun sebelumnya yang di kisaran 25%. Tahun ini diperkirakan omzetnya naik 15%, jumlah penduduk yang besar jadi pendorong pertumbuhan," ujar Levita, Kamis (27/8).
Ekonomi lesu, omzet waralaba bisa tumbuh 15%
JAKARTA. Waralaba makanan dan minuman diyakini masih akan tetap diminati walaupun kondisi perekonomian Indonesia tengah lesu. Pasalnya industri tersebut menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok setiap orang. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit mengatakan, meski tengah perlambatan ekonomi, omzet industri waralaba diperkirakan masih bakal tumbuh, paling tidak 15%. "Tidak seperti barang lain. Urusan perut nomor satu. Memang turun dibandingkan tahun sebelumnya yang di kisaran 25%. Tahun ini diperkirakan omzetnya naik 15%, jumlah penduduk yang besar jadi pendorong pertumbuhan," ujar Levita, Kamis (27/8).