JAKARTA. Seiring perlambatan ekonomi, bisnis makanan dan minuman ikut tergerus. Akan tetapi tidak dengan bisnis roti, bisnis ini semakin tumbuh di semester 2 ini. Hal ini didukung banyaknya pemain baru roti baik berasal dari lokal maupun dari luar negeri. Menurut Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), tumbuhnya bisnis ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor pertama, beberapa pengusaha roti yang tidak menaikkan harga roti saat perlambatan ekonomi. Kedua, masyarakat Indonesia sudah mulai ketergantungan dengan roti dengan menjadikan roti sebagai makanan pokok, terutama untuk sarapan pagi.
Ekonomi melambat, bisnis roti malah tumbuh
JAKARTA. Seiring perlambatan ekonomi, bisnis makanan dan minuman ikut tergerus. Akan tetapi tidak dengan bisnis roti, bisnis ini semakin tumbuh di semester 2 ini. Hal ini didukung banyaknya pemain baru roti baik berasal dari lokal maupun dari luar negeri. Menurut Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), tumbuhnya bisnis ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor pertama, beberapa pengusaha roti yang tidak menaikkan harga roti saat perlambatan ekonomi. Kedua, masyarakat Indonesia sudah mulai ketergantungan dengan roti dengan menjadikan roti sebagai makanan pokok, terutama untuk sarapan pagi.