Ekonomi melambat, harga perak turun



JAKARTA. Harga perak melemah karena proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia merosot. Namun, para analis memperkirakan, harga perak masih bergerak konsolidasi di pekan ini.

Harga perak sampai pukul 16.00 WIB Senin (15/10) di US$ 33,05 per troi ons. Artinya, harga perak pengiriman Desember di Comex menurun 0,89% dari hari sebelumnya.

Penurunan harga perak merupakan imbas dari penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia pekan lalu. “Umumnya harga perak mengikuti harga emas. Kalau harga emas turun maka harga perak juga akan turun,” ucap Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures.


Saat ini, menurut analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, pelaku pasar sedang menunggu pengumuman produk domestik bruto China kuartal III, Kamis nanti. Jika hasilnya positif, dia yakin bisa mendongkrak harga perak.

Menurut Kiswoyo, harga perak belum memasuki masa bearish. “Kalau harga perak sudah di bawah US$ 20, baru saya bisa bilang harga perak bearish,” ujar dia.

Ariston pun yakin, harga perak masih akan kembali naik asal rilis data ekonomi di beberapa negara masih positif. Dalam waktu dekat, ada beberapa rilis data ekonomi yang akan muncul. Pertama, data penjualan ritel Amerika Serikat pada Senin malam. Kedua, data kondisi manufaktur di wilayah New York, Amerika Serikat. Ketiga, data jumlah pengangguran Inggris yang akan dirilis Rabu dan laporan produk domestik bruto (PDB) China pada kuartal III yang akan dirilis Kamis (18/10).

Selain itu, pasar menunggu hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa pada 18-19 Oktober nanti di Brussels. "Jika rilis data ekonomi yang akan diumumkan positif, saya rasa harga perak akan kembali menguat," papar Ariston, Senin (15/10).

Ariston juga menambahkan, kesan positif dari hasil rilis tersebut akan mengangkat harga perak ke US$ 34 per troi ons. Jika harga perak sempat mencapai US$ 35,40 pada 1 Oktober 2012 setelah The Fed (Bank Sentral Amerika) menerapkan kebijakan quantitative easing, maka ke depannya, harga perak bisa menyentuh rekor tertinggi baru di US$ 37 - US$ 39 per troi ons.

Namun, Kiswoyo menjabarkan, indikator teknikal masih menunjukkan pelemahan harga perak. Stochastic daily masih melemah. Hanya indikator bollinger band yang mengangkat harga perak. Karena itu, dia memproyeksi harga perak hari ini akan bergerak di US$ 33 - US$ 34,5 per ons troi.

Sedangkan, dalam sepekan, Ariston memproyeksi, harga perak juga masih melemah. Dia memproyeksi pergerakan harga perak bisa mencapai US$ 32,40 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News