Ekonomi membaik, kredit investasi bangkit di semester I-2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit bank ke investasi semakin membaik. Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia per Juni 2018 penyaluran kredit investasi tumbuh 9,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini menjadi pencapaian tertinggi semenjak awal 2017.

Per Juni 2018, penyaluran kredit investasi senilai Rp 1.218,2 triliun. Sedangkan pada paruh pertama 2017, penyaluran kredit investasi berada di posisi Rp 1.113,9 triliun.

Pertumbuhan kredit investasi ini diamini oleh PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA). Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menyatakan kinerja kredit investasi di Mayapada menyerupai tren industri.


"Kredit investasi kurang lebih sama dengan industri. Pendukung sektornya praktis di semua sektor. Ke depan masih tergantung situasi dan kondisi ekonomi, namun harusnya lebih baik lagi," ujar Hariyono kepada Kontan.co.id Rabu (29/8).

Membaiknya penyaluran kredit investasi juga dialami PT Bank OCBC NISP Tbk. Direktur Utama Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menyatakan hingga saat ini kredit investasi tumbuh dobel digit. Kontribusi ini disokong oleh hampir semua sektor.

"Kredit investasi tumbuh dobel digit walaupun masih di bawah pertumbuhan kredit modal kerja. Kami melihat proyeksi hingga akhir tahun relatif tidak lebih cepat dibandingkan semester 1 tahun ini," ujar Parwati kepada Kontan.co.id.

Meski demikian, Parwati menyatakan secara keseluruhan, kredit investasi ini tetap dapat tumbuh dobel digit hingga akhir tahun.

Begitu pun dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mampu menyalurkan kredit investasi dengan pertumbuhan 7% yoy pada Juni 2018.

"Hingga Juni 2018, BNI berhasil menyalurkan kredit investasi Rp 128,4 triliun, tumbuh 7% dibandingkan posisi Juni 2017. Penyaluran kredit investasi terbesar pada sektor listrik, air dan gas serta perindustrian," ujar Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI Rabu (28/8).

Hingga akhir tahun, BNI mengharapkan pertumbuhan kredit investasi dapat lebih baik dari pertumbuhan paruh pertama 2018. Herry menilai proyek-proyek investasi infrastruktur maupuns wasta umumnya lebih agresif pada semester kedua. "Sehingga growth mencapai double digit," tambah Herry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi