KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kerusakan hutan, lahan gambut, dan kawasan produktif tidak hanya berdampak pada lingkungan, juga mengurangi sumber penghidupan masyarakat. Maka, upaya restorasi dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Pendekatan tersebut dikenal sebagai ekonomi restoratif, yakni menggabungkan pemulihan lingkungan dengan penciptaan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Konsep ini dinilai semakin penting seiring upaya Indonesia mencapai target pembangunan rendah karbon dan Indonesia Folu Net Sink 2030.
Ekonomi Restoratif Diharapkan Mampu Pulihkan Alam Sekaligus Dorong Kesejahteraan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kerusakan hutan, lahan gambut, dan kawasan produktif tidak hanya berdampak pada lingkungan, juga mengurangi sumber penghidupan masyarakat. Maka, upaya restorasi dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Pendekatan tersebut dikenal sebagai ekonomi restoratif, yakni menggabungkan pemulihan lingkungan dengan penciptaan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Konsep ini dinilai semakin penting seiring upaya Indonesia mencapai target pembangunan rendah karbon dan Indonesia Folu Net Sink 2030.