KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyerapan belanja negara di awal tahun 2026 diperkirakan kembali melambat, mengikuti pola yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Meski total belanja negara dalam APBN 2026 mencapai Rp 3.842,7 triliun, realisasinya pada kuartal I diprediksi belum optimal. Sebagai perbandingan, belanja negara tersebut meningkat signifikan dari outlook tahun 2025 yang sebesar Rp 2.865,5 triliun. Namun, besarnya anggaran belum tentu langsung berdampak ke perekonomian jika realisasi belanja masih tertahan di awal tahun. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa pada kuartal I biasanya banyak belanja pemerintah yang masih tertahan oleh proses administrasi, penyesuaian kebijakan, hingga lelang proyek. Akibatnya, efek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap pertumbuhan ekonomi belum langsung terasa.
Ekonomi RI: Bansos & THR Selamatkan Pertumbuhan Kuartal I 2026?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyerapan belanja negara di awal tahun 2026 diperkirakan kembali melambat, mengikuti pola yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Meski total belanja negara dalam APBN 2026 mencapai Rp 3.842,7 triliun, realisasinya pada kuartal I diprediksi belum optimal. Sebagai perbandingan, belanja negara tersebut meningkat signifikan dari outlook tahun 2025 yang sebesar Rp 2.865,5 triliun. Namun, besarnya anggaran belum tentu langsung berdampak ke perekonomian jika realisasi belanja masih tertahan di awal tahun. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa pada kuartal I biasanya banyak belanja pemerintah yang masih tertahan oleh proses administrasi, penyesuaian kebijakan, hingga lelang proyek. Akibatnya, efek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap pertumbuhan ekonomi belum langsung terasa.
TAG: