Ekonomi RI Kuartal III-2026 Diproyeksi Melambat, Ini Penyebabnya Menurut CELIOS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 diperkirakan mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Director of Economics sekaligus Director of Digital Economy Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan atau year on year (yoy).

Menurut Nailul, proyeksi tersebut sejalan dengan pola siklus pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pada kuartal III cenderung lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Seharusnya, jika mengacu pada siklus pertumbuhan ekonomi yang ada, pertumbuhan di kuartal III akan lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Saya rasa seharusnya di angka 5,05%. Itu pun sudah sangat bagus menurut saya," ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).


Baca Juga: Jelang Rilis Data BPS, INDEF Proyeksi Ekonomi Kuartal III 2026 Hanya Tumbuh 5%

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi adalah terbatasnya momentum untuk mendorong konsumsi rumah tangga. Pada kuartal III-2026, relatif sedikit momentum yang dapat memicu peningkatan belanja masyarakat secara signifikan.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga diperkirakan lebih rendah dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Hal ini lantaran pemerintah telah melakukan strategi front loading atau mempercepat realisasi belanja pada awal tahun, terutama sepanjang kuartal I dan kuartal II-2026.

Dengan demikian, dorongan belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III diperkirakan tidak sebesar periode sebelumnya.

Baca Juga: Jelang Pengumuman BPS, Ekonomi RI Kuartal III-2026 Diprediksi Tumbuh 5%

Faktor lainnya adalah penurunan indeks keyakinan konsumen yang berpotensi memengaruhi keputusan belanja masyarakat. Di samping itu, berbagai persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi di sejumlah provinsi.

Nailul menilai, berbagai faktor tersebut dapat membatasi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026.

"Indeks keyakinan konsumen juga mengalami penurunan dan berbagai masalah seperti karhutla dan sebagainya yang menyebabkan aktivitas ekonomi di beberapa provinsi melambat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News