Ekonomi RI Masuk 7 Besar Dunia Berdasarkan PPP, Airlangga Beri Penjelasan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia masuk tujuh besar ekonomi terbesar dunia berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).

Namun, posisi tersebut berbeda jika diukur menggunakan produk domestik bruto (PDB) nominal, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-17 dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, perbedaan peringkat tersebut terjadi karena kedua metode menggunakan pendekatan pengukuran yang berbeda.


“Kalau kita berdasarkan purchasing power parity memang nomor tujuh. Kalau berbasis kepada dolar AS, GDP, G20, kita kan nomor 16-17,” ujar Airlangga kepada awak media di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat Ketujuh Dunia Berdasarkan PPP IMF

Menurut Airlangga, pengukuran berdasarkan PPP memperhitungkan perbedaan tingkat harga dan daya beli masyarakat di setiap negara.

Dengan pendekatan ini, ukuran ekonomi mencerminkan nilai barang dan jasa yang dapat dibeli masyarakat setelah memperhitungkan perbedaan biaya hidup antarnegara.

Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026, nilai ekonomi Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai US$ 5,48 triliun.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dunia, di atas Brasil yang diproyeksikan sebesar US$ 5,27 triliun.

Indonesia juga berada di atas Inggris dan Perancis, yang masing-masing memiliki nilai ekonomi berdasarkan PPP sebesar US$ 4,78 triliun dan US$ 4,76 triliun.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Masuk Tujuh Besar Dunia, Benarkah Daya Beli Rakyat Kuat?

Meski demikian, posisi Indonesia lebih rendah jika menggunakan PDB nominal, yakni nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian dengan harga pasar dan dikonversi ke dolar AS menggunakan nilai tukar yang berlaku.

Dengan metode tersebut, PDB Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 1,48 triliun dan menempati peringkat ke-17 dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News