Ekonomi RI Melejit, Menko Airlangga: Ada Peran MBG dan KDMP!



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti peran sejumlah program pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Airlangga merespons pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy).

Airlangga mengatakan, pembangunan KDMP yang dilakukan secara masif turut memberikan pengaruh terhadap aktivitas perekonomian. 


Baca Juga: Batas Bebas Pajak Penghasilan Dipastikan Naik, Tapi Belum Akan Berlaku Januari 2027

"Jadi tentu terkait dengan KDMP, tentu mempunyai pengaruh dan itu karena dibangunnya kan cukup masif," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (5/11).

Selain itu, perkembangan ekonomi digital juga mendorong peningkatan kebutuhan logistik dan pergudangan.

Menurutnya, pertumbuhan sektor digitalisasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sektor logistik. Meningkatnya aktivitas ekonomi digital turut meningkatkan kebutuhan fasilitas pergudangan atau warehousing.

Selain itu, Airlangga menyoroti perkembangan sektor makanan dan minuman (Mamin). Menurutnya, geliat sektor tersebut turut ditentukan oleh aktivitas pariwisata serta program MBG.

"Kalau terkait dengan Mamin, selain sektor pariwisata sangat menentukan dan kalau kita lihat memang geliat ini juga didorong juga salah satunya oleh sektor MBG," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% pada kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2026 yang tercatat sebesar 5,29% yoy.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun.

Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3.444,9 triliun.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia juga tumbuh 1,59% pada kuartal III 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qoq), mengikuti pola pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: BPS Catat Aktivitas Manufaktur Masih Ekspansif, IKBN Naik Jadi 52,75

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News