Ekonomi RI Tumbuh 5,47% Kuartal III, Kadin: Manfaatnya Belum Merata ke Sektor Usaha



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merespons capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada Kuartal III-2026.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menjelaskan, pertumbuhan itu memang sejalan dengan peningkatan produksi pada sejumlah bisnis manufaktur.

Akan tetapi, manfaat dari ekspansi ekonomi tersebut memang belum sepenuhnya dirasakan merata oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri padat karya.


"Kadin Indonesia menyambut positif pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47% pada kuartal III-2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih memiliki daya tahan dan aktivitas ekonomi secara agregat terus berkembang di tengah ketidakpastian global," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Aturan DHE SDA Dirombak! Eksportir Bisa Konversi 100% DHE ke Rupiah

Erwin menilai, geliat perbaikan aktivitas bisnis secara umum disokong oleh kinerja industri manufaktur, perdagangan, serta kuatnya permintaan domestik dan investasi penanaman modal tetap bruto (PMTB).

Sementara itu, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2026, seluruh 17 kategori lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif, dipimpin oleh sektor akomodasi dan makan minum sebesar 11,22%, perdagangan 7,14%, serta industri pengolahan 5,87%.

Kendati demikian, Erwin menggarisbawahi sejumlah sektor strategis seperti pertanian yang tumbuh 0,46% dan pertambangan 0,91% masih mengalami perlambatan laju pertumbuhan.

Gencarnya tekanan biaya operasional, logistik, harga bahan baku impor akibat fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga persaingan produk impor menjadi tantangan berat yang harus dihadapi para pelaku usaha kecil dan padat karya.

"Jadi, angka pertumbuhan 5,47% bukan berarti seluruh perusahaan mengalami peningkatan penjualan atau keuntungan sebesar itu," tegasnya.

Karenanya, Ia mendorong pemerintah untuk memfokuskan tiga prioritas utama guna memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi ke depan. Ketiga poin tersebut yakni menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan daya saing industri, dan memperkuat keberlanjutan UMKM.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Negara Penerima Relaksasi Aturan DHE SDA

Lebih lanjut, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tercatat sebesar 5,04% diharapkan dapat terus ditopang melalui pengendalian inflasi bahan pokok serta perbaikan tingkat pendapatan masyarakat secara menyeluruh.

"Pertumbuhan ekonomi 5,47% adalah capaian positif, tetapi pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar terasa sampai ke tingkat rumah tangga, pekerja, dan UMKM," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News