KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Bank Sentral Eropa, European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada hari Kamis (17/10). Pemangkasan suku bunga berturut-turut pertama dalam 13 tahun menandai pergeseran fokus bank sentral zona euro dari menurunkan inflasi menjadi melindungi pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Zona Euro telah jauh tertinggal dari Amerika Serikat (AS) selama dua tahun berturut-turut. "Informasi yang masuk tentang inflasi menunjukkan bahwa proses disinflasi berjalan dengan baik," kata ECB. "Prospek inflasi juga dipengaruhi oleh kejutan penurunan baru-baru ini dalam indikator aktivitas ekonomi." Data ekonomi terbaru kemungkinan telah memiringkan keseimbangan dalam ECB yang mendukung pemangkasan suku bunga. Survei aktivitas bisnis dan sentimen serta pembacaan inflasi untuk bulan September semuanya lebih rendah daripada ekspektasi.
Pemangkasan seperempat poin (25 bps) menurunkan suku bunga yang dibayarkan ECB atas simpanan bank menjadi 3,25%. Pasar uang hampir sepenuhnya memperkirakan tiga penurunan lebih lanjut hingga Maret mendatang. ECB tidak memberikan indikasi apa pun tentang langkah-langkah selanjutnya dalam pernyataannya. ECB mengulangi pernyataan bahwa keputusan akan dibuat "pertemuan demi pertemuan" berdasarkan data yang masuk. "Dewan Pengurus...akan mempertahankan suku bunga kebijakan yang cukup ketat selama diperlukan," kata ECB. Euro menguat setelah keputusan yang telah ditandai dengan baik oleh sejumlah pembicara ECB termasuk Presiden Christine Lagarde. Baca Juga: Strategi Manajer Investasi Kelola Reksadana Pasar Uang Usai Suku Bunga BI Ditahan INFLASI DAN PERTUMBUHAN ECB akhirnya dapat mengklaim telah menjinakkan inflasi terburuk dalam setidaknya satu generasi. Laju inflasi Zona Euro tumbuh hanya 1,7% bulan lalu, turun di bawah target bank sebesar 2% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Meski diperkirakan naik di atas 2% pada akhir tahun ini, inflasi diperkirakan akan bertahan di sekitar level tersebut di masa mendatang. "Inflasi domestik tetap tinggi, karena upah masih meningkat dengan kecepatan tinggi," ungkap ECB. Suku bunga yang tinggi telah melemahkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, yang telah lemah selama hampir dua tahun. Data terbaru, termasuk output industri dan pinjaman bank, menunjukkan hal yang sama dalam beberapa bulan mendatang. Pasar tenaga kerja yang sangat tangguh juga sekarang mulai menunjukkan beberapa keretakan. Tingkat lowongan - atau proporsi pekerjaan kosong sebagai bagian dari total - turun dari rekor tertinggi. Baca Juga: Mata Uang Komoditas Tertekan, Intip Proyeksi Target Harga ke Depan Hal ini telah memicu seruan di dalam ECB untuk melonggarkan kebijakan sebelum terlambat.