Ekonomi Thailand Tumbuh 1,9% di Kuartal II 2026, Lampaui Perkiraan



KONTAN.CO.ID - Ekonomi Thailand tumbuh 1,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar yang berada di level 1,7%.

Mengutip Reuters, Senin (17/8/2026), data Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Thailand menunjukkan ekonomi Thailand secara kuartalan yang disesuaikan secara musiman justru mengalami kontraksi 0,2% pada periode April-Juni 2026.

Meski menyusut, kontraksi tersebut lebih kecil dibandingkan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters sebesar 0,6%.


Pada kuartal I 2026, ekonomi Thailand tumbuh 2,8% YoY dan 0,6% secara kuartalan setelah dilakukan revisi.

Baca Juga: Mata Uang Asia Menguat Senin (17/8), Dolar Taiwan Pimpin Kenaikan

Proyeksi Ekonomi Thailand Naik

NESDC memperkirakan, ekonomi Thailand sepanjang 2026 tumbuh 2,0%-2,5%, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,5%-2,5%.

Ekonomi Thailand tumbuh 2,4% pada 2025. Namun, pertumbuhan ekonomi Negeri Gajah Putih tersebut masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara sejak pandemi Covid-19.

Salah satu faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi Thailand adalah tingginya utang rumah tangga yang membatasi konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, NESDC memperkirakan ekspor yang menjadi salah satu motor utama ekonomi Thailand akan tumbuh 15,1% pada 2026, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 9,6%.

Pada kuartal II 2026, konsumsi masyarakat masih tertekan akibat tingginya utang rumah tangga dan biaya hidup.

Untuk mendorong konsumsi sekaligus mengurangi tekanan biaya hidup, pemerintah Thailand pada Juni meluncurkan program subsidi konsumen senilai 176 miliar baht atau sekitar US$ 5,3 miliar.

Program tersebut merupakan bagian dari rencana pinjaman pemerintah senilai 400 miliar baht yang ditujukan untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak dan meringankan beban biaya hidup masyarakat.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Senin (17/8), Kinerja NAB dan JB Hi-Fi Tekan Pasar

Suku Bunga Thailand Ditahan 1%

Sementara itu, Kementerian Keuangan Thailand pada Juli menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,5% dari sebelumnya 1,6%.

Peningkatan proyeksi tersebut didorong oleh pertumbuhan ekspor dan permintaan domestik serta berbagai kebijakan dukungan pemerintah.

Dari sisi moneter, Bank of Thailand (BoT) mempertahankan suku bunga acuan di level 1% pada Juni.

Rapat kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada 26 Agustus 2026. Gubernur Bank of Thailand Vitai Ratanakorn sebelumnya mengatakan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara itu, inflasi utama Thailand melambat menjadi 1,95% pada Juli, masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1%-3%.

Baca Juga: Masuknya Jeff Bezos ke Liverpool Dikritik, Isu Israel-Palestina Jadi Sorotan