KONTAN.CO.ID - Mantan CEO Bukalapak, Willix Halim, mendapat peran baru di perusahaan teknologi asal Australia, Canva. Ia ditunjuk untuk memimpin operasional Canva di Asia Tenggara, kawasan yang disebut sangat penting bagi pertumbuhan platform desain tersebut. Mengutip
The Business Times, Halim sebelumnya telah menjadi penasihat Canva selama sekitar satu tahun sebelum bergabung secara penuh waktu sekitar tiga bulan lalu.
Pengalamannya membangun bisnis teknologi di Indonesia diharapkan membantu Canva memperkuat strategi lokalisasi dan menjangkau lebih banyak pengguna di kawasan Asia Tenggara. Salah satu fokusnya adalah menyesuaikan produk Canva dengan kebiasaan pengguna yang mengandalkan ponsel untuk mengakses layanan digital. Menurut Halim, pendekatan yang mengutamakan aplikasi seluler (
mobile-first) yang umum diterapkan dalam bisnis
e-commerce juga relevan bagi perusahaan perangkat lunak berbasis layanan atau
software-as-a-service (SaaS). “Infrastruktur aplikasi seluler harus menjadi prioritas di Asia Tenggara, baik untuk
e-commerce maupun industri lainnya,” kata Halim kepada
The Business Times. Baca Juga:
15 Unicorn Terbesar Dunia 2026: Anthropic Salip OpenAI di Posisi Teratas Indonesia Jadi Pasar Penting bagi Canva
Canva mencatat penggunaan yang kuat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut data perusahaan yang dikutip
The Business Times, satu dari dua presentasi di kawasan tersebut dimulai melalui perangkat seluler. Di Indonesia, proporsinya mencapai dua dari tiga presentasi, sedangkan di Filipina tiga dari lima.
Chief Product Officer sekaligus salah satu pendiri Canva, Cameron Adams, mengatakan Indonesia secara konsisten masuk tiga besar pasar Canva berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan (
monthly active users). Filipina, Vietnam, dan Thailand juga secara konsisten berada dalam 15 pasar teratas perusahaan. Canva mengungkapkan bahwa pendapatan berulang tahunan (
annual recurring revenue/ARR) bisnisnya di Asia Tenggara telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2022. Jumlah pengguna aktif bulanan di kawasan tersebut juga lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama. Baca Juga:
Nvidia dan Jensen Huang Donasi AI Rp1,7 Triliun untuk Pendidikan dan Riset AI Canva Bidik UMKM dan Sektor Pendidikan
Canva banyak digunakan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha di Asia Tenggara untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Penggunaannya mencakup pembuatan konten media sosial, materi pemasaran, hingga kebutuhan desain identitas merek. Perusahaan menjalin kemitraan dengan regulator pendidikan di Indonesia, Thailand, dan Filipina untuk menyediakan layanan Canva Education. Menurut Canva, kemitraan pendidikan tersebut membentuk basis pengguna aktif bulanan sedikitnya 60 juta.
Segmen ini menjadi salah satu jalur bagi Canva untuk memperluas penggunaan produknya di luar kebutuhan desain bisnis. Halim juga menilai pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara dapat mendukung ekspansi Canva dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 5% per tahun berpotensi meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan masyarakat, sehingga membuka peluang pertumbuhan bagi layanan digital. Baca Juga:
Profil CEO Aramco Amin Nasser dan Strateginya Hadapi Krisis Energi Global