Eks Manajer Investasi Capital Group Yakin RI Pertahankan Status Emerging Market MSCI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chapman Taylor, mantan Manajer Portofolio Ekuitas Capital Group sekaligus anggota Komite High Shareholding Concentration (HSC) Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis Indonesia mampu mempertahankan status Emerging Market di MSCI.

Dia memperkirakan peluang Indonesia mempertahankan status tersebut lebih besar dari 50%. Keyakinannya meningkat dibandingkan Juli 2026, seiring menguatnya koordinasi pemerintah dan regulator serta komunikasi dengan penyedia indeks global.

“Saya semakin optimistis Indonesia dapat mempertahankan status Emerging Market di MSCI, dengan probabilitas lebih besar dari 50%,” jelasnya dalam keterangannya, Kamis (19/10/2026). 


Menurut Chapman, keseriusan pemerintah dan regulator dalam memperbaiki tata kelola pasar modal mulai terlihat. Dia bilang komunikasi yang kembali aktif dengan MSCI serta penegakan hukum terhadap manipulasi pasar menjadi perkembangan positif.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,26% ke Rp 18.137 per Dolar AS, Kamis (29/10/2026)

Selain itu, pembentukan komite HSC, penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi Nasdaq, serta peningkatan pengawasan pasar dinilai dapat memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

“Masalah Indonesia dapat diperbaiki. Pengalaman Malaysia menunjukkan bahwa reformasi pasar dapat membantu memulihkan kepercayaan investor asing,” jelas Chapman. 

Chapman menyebut reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, perbaikan transparansi, pengawasan, dan penegakan hukum menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Menurutnya, pasar belum sepenuhnya memperhitungkan dampak positif reformasi tersebut. Karena itu, peluang Indonesia mempertahankan status Emerging Market dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi saham domestik.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Arus Modal Asing, Ekonom Prediksi Bisa ke Rp 18.500

Bahkan jika MSCI tetap menurunkan klasifikasi Indonesia, Chapman melihat potensi aksi jual dari investor pasif sebagai peluang bagi investor aktif. Menurutnya, valuasi saham Indonesia sudah relatif murah.

Dia bilang peluang pemulihan pasar juga dapat didukung oleh peningkatan likuiditas domestik. Namun, keberlanjutan reformasi dan konsistensi pelaksanaannya tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News