KONTAN.CO.ID - PANAJI. Hyatt Hotels kian agresif membidik pasar India. Operator hotel asal Amerika Serikat ini menargetkan jumlah propertinya di negara tersebut bisa meningkat hingga lima kali lipat dalam lima tahun ke depan. Manajemen melihat lonjakan perjalanan domestik dan kenaikan belanja kelas menengah-atas sebagai mesin pertumbuhan baru. Reuters (27/2) melaporkan, Presiden dan CEO Hyatt Mark S. Hoplamazian mengatakan, ekspansi itu sejalan dengan pertumbuhan industri perhotelan India yang dinilai masih panjang. Saat ini, Hyatt mengoperasikan 55 hotel di sejumlah kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru. Sebelumnya, Hyatt hanya menargetkan 100 properti pada 2030. Jika ambisi terbaru terealisasi, skala ekspansinya akan jauh melampaui target awal tersebut. Langkah Hyatt mencerminkan persaingan ketat jaringan hotel global di India. Pemulihan perjalanan wisata pascapandemi, ditopang konsumen berdaya beli tinggi, membuat pasar ini semakin seksi. Data Mordor Intelligence menunjukkan nilai industri perhotelan India berpotensi melonjak dari US$ 23,5 miliar pada 2025 menjadi US$ 55,7 miliar pada 2031.
Ekspansi Agresif Hyatt Bidik Ledakan Wisata India
KONTAN.CO.ID - PANAJI. Hyatt Hotels kian agresif membidik pasar India. Operator hotel asal Amerika Serikat ini menargetkan jumlah propertinya di negara tersebut bisa meningkat hingga lima kali lipat dalam lima tahun ke depan. Manajemen melihat lonjakan perjalanan domestik dan kenaikan belanja kelas menengah-atas sebagai mesin pertumbuhan baru. Reuters (27/2) melaporkan, Presiden dan CEO Hyatt Mark S. Hoplamazian mengatakan, ekspansi itu sejalan dengan pertumbuhan industri perhotelan India yang dinilai masih panjang. Saat ini, Hyatt mengoperasikan 55 hotel di sejumlah kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru. Sebelumnya, Hyatt hanya menargetkan 100 properti pada 2030. Jika ambisi terbaru terealisasi, skala ekspansinya akan jauh melampaui target awal tersebut. Langkah Hyatt mencerminkan persaingan ketat jaringan hotel global di India. Pemulihan perjalanan wisata pascapandemi, ditopang konsumen berdaya beli tinggi, membuat pasar ini semakin seksi. Data Mordor Intelligence menunjukkan nilai industri perhotelan India berpotensi melonjak dari US$ 23,5 miliar pada 2025 menjadi US$ 55,7 miliar pada 2031.
TAG: