Ekspansi AKR Corporindo (AKRA) Bangun Kapal FSRU, Ini Buka Peluang Pertumbuhan Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum lama ini PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merencanakan pembangunan kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk menunjang keperluan usaha penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran gas alam cair (LNG). Hal ini mengindikasikan bahwa AKRA hendak ekspansi ke segmen bisnis yang baru.

Rencana tersebut diwujudkan melalui perjanjian kontrak antara PT Andalanesa Energi Primer, suatu perusahaan patungan yang didirikan oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte., Ltd, dengan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd., perusahaan industri alat berat dan merupakan salah satu perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia.

Melalui perjanjian tersebut, Hyundai Industries akan melakukan perancangan, pemasangan, pembangunan, peluncuran, perlengkapan, penyelesaian, pengujian, dan survei, serta penjualan dan penyerahan satu unit kapal FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik. 


Baca Juga: Tawarkan Kupon Hingga 7%, SBN Ritel ORI030 Bisa Jadi Pilihan Investor

FSRU tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha AKRA dalam rangka penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran LNG. Nilai kontrak pembangunan dan pembelian FSRU tersebut adalah sebesar US$ 319.690.500 yang pembayarannya akan dilakukan dalam 6 tahap sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian/kontrak.  

"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," ujar Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/7/2026) lalu. 

Transaksi ini tidak memiliki dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha AKRA. Ini mengingat, AKRA melalui Andalanesa Energi Primer memiliki kemampuan untuk melakukan pembuatan kapal FSRU. 

Jika pembuatan kapal FSRU telah selesai, maka AKRA melalui Andalanesa Energi Primer dapat memanfaatkan kapal FSRU untuk mendukung kegiatan usaha yang dilakukan AKRA dan diproyeksi akan mendapatkan keuntungan secara pemanfaatan kapal FSRU tersebut. 

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, langkah ini mencerminkan arah diversifikasi bisnis AKRA dari bisnis tradisional distribusi BBM dan kimia dasar menuju energi yang lebih bersih seperti LNG, sehingga emiten tersebut berpeluang menangkap pertumbuhan permintaan gas di Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kinerja Reksadana Saham Turun 21,87%, Ini Prospek Semester II-2026

“Secara jangka panjang, pembangunan kapal FSRU ini bisa memangkas biaya infrastruktur darat yang mahal sekaligus meningkatkan fleksibilitas AKRA dalam menerima impor ataupun pasokan domestik LNG,” ungkap dia, Jumat (3/7/2026).

Pemilihan Hyundai Industries sebagai mitra pembuatan kapal FSRU oleh AKRA juga terbilang tepat, mengingat status perusahaan tersebut sebagai salah satu pelaku industri galangan kapal terbesar di dunia. Kolaborasi ini pun berpotensi menghadirkan efisiensi dari sisi waktu pengerjaan, spesifikasi teknis, dan kualitas aset yang terjamin.

Meski begitu, tantangan bagi AKRA tetap ada atas ekspansi ini, seperti risiko keterlambatan operasional maupun pembengkakan biaya (cost overrun). Selain itu, skema pembayaran proyek yang dilakukan secara bertahap juga perlu mendapat perhatian lebih supaya AKRA tidak terbebani dari sisi neraca keuangan.

Di luar itu, dalam jangka menengah dan panjang, kinerja AKRA masih akan ditopang oleh bisnis distribusi energi dan kimia dasar serta pengelolaan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

Khusus untuk JIIPE, kawasan industri ini diperkirakan akan menjadi mesin pertumbuhan utama AKRA dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini didukung oleh pipeline penjualan lahan yang kuat dan potensi pendapatan berulang (recurring income) yang terus meningkat.

Nafan pun merekomendasikan akumulasi beli saham AKRA dengan target harga di level Rp 1.635 per saham.

Baca Juga: SBN Ritel ORI030 Tawarkan Kupon Hingga 7%, Target Penerbitan Capai Rp 20 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News