Ekspansi, ANTM menyiapkan dana Rp 6 triliun



JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ekspansi besar-besaran di 2013. Emiten yang kerap disebut Antam telah menyiapkan dana Rp 6 triliun.

Alwinsyah Lubis, Direktur Utama Antam menuturkan, anggaran investasi berasal dua sumber yaitu kas internal dan pinjaman. Dana kas setara kas Antam sampai akhir tahun lalu Rp 3,87 triliun. "Untuk pinjaman, kami masih menjajaki skemanya," kata Alwinsyah, Senin (25/3). Sayangnya, dia enggan, membeberkan proporsi kas internal dan pinjaman dalam menutupi anggaran investasi. 

Ekspansi tersebut seperti, membangun fasilitas pengolahan bijih nikel menjadi feronikel di Halmahera, Maluku Utara. Proyek Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim) ini sudah mulai digarap sejak akhir 2011 lalu. Total investasi proyek ini US$ 1,6 miliar.


Ekspansi lain adalah pembangunan proyek chemical grade alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat. Proyek ini digarap oleh anak usaha Antam yaitu PT Indonesia Chemical Alumina.

Antam juga melebarkan sayap ke Myanmar. Antam berencana membuka tambang emas di sana. Proyek ini inisiasi Antam dengan 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lain.

Kendati demikian, Alwinsyah menuturkan ekspansi membutuhkan waktu lama. "Untuk eksplorasi emas di sana saja membutuhkan waktu lima tahun," jelas dia.

Antam menargetkan, bisa eksplorasi emas di Myanmar mulai tahun ini. Antam menganggarkan Rp 90 miliar untuk eksplorasi di Myanmar dan tempat lain. Antam juga menggunakan dana investasi untuk memacu produksi beberapa komoditas emas maupun bijih nikel. Antam mengincar kenaikan produksi emas menjadi 3,32 ton dari 2,85 ton.

Tambahan produksi emas berasal dari Pongkor. Sementara sisanya dari tambang Cibaliung, Banten. Sementara produksi bijih nikel diproyeksi bisa 12,5 wet metric ton (Wmt) di 2013. Target itu naik 66% dibandingkan 2012 sebanyak 7,5 Wmt.

Gifar Indra Sakti, Analis Sucorinvest Central Gani mengatakan, Antam mempunyai tenaga besar untuk menggelar ekspansi tahun ini. Dia bilang, kas perusahaan masih cukup besar. Selain itu, neraca keuangan masih memungkinkan Antam mencari pendanaan eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana