KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) semakin mempertegas transformasinya menuju perusahaan berbasis energi bersih melalui ekspansi agresif di sektor pengelolaan limbah regional. Ini sejalan dengan strategi transformasi TOBA yang sejak beberapa tahun terakhir mulai mengalihkan fokus dari bisnis energi konvensional menuju portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan. Segmen usaha pengelolaan limbah mulai berkontribusi signifikan terhadap bisnis TOBA. Pada 2025, segmen bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar US$ 155,4 juta atau menyumbang 41%.
Baca Juga: Lewat Transformasi Bisnis, Kinerja TBS Energi Utama (TOBA) Potensi Membaik pada 2026 Sementara sumbangan ke bottom-line dalam bentuk laba sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi atau EBITDA yang disesuaikan sebesar US$ 35,6 juta. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai upaya tersebut menegaskan transformasi TOBA menuju perusahaan yang sepenuhnya berorientasi pada bisnis hijau yang berkelanjutan. “Strategi tersebut juga dinilai membuka peluang bagi perusahaan untuk membawa kapabilitas teknologi pengelolaan limbah dari Indonesia ke tingkat regional,” jelasnya, Rabu (11/3/2026). Saat ini, TOBA memiliki tiga platform utama dalam bisnis pengelolaan limbah di Asia Tenggara. Salah satunya adalah Asia Medical Enviro Services (AMES) yang berbasis di Singapura dan fokus pada pengelolaan limbah medis yang diakuisisi pada 2023. TOBA ini memiliki pangsa pasar sekitar 45% dalam pengolahan limbah medis di Singapura, menjadikannya salah satu operator terbesar di segmen tersebut.
Baca Juga: Efek Divestasi Aset, TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Bersih US$ 162,27 Juta di 2025 Di Indonesia, TOBA juga memiliki ARAH Environment yang beroperasi di 15 provinsi dan melayani pengelolaan berbagai jenis limbah mulai dari limbah medis, limbah industri hingga limbah domestik. Langkah strategis terbaru TOBA terlihat dari akuisisi bisnis pengelolaan limbah milik Sembcorp di Singapura yang kemudian di-rebranding menjadi CORA Environment. Melalui CORA, TOBA memperluas kapabilitas pengelolaan limbah regional sekaligus memperkuat transfer teknologi dan praktik pengelolaan limbah modern ke Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Azis menilai strategi ekspansi TOBA di sektor pengelolaan limbah memiliki prospek yang menarik karena permintaan terhadap layanan pengolahan limbah modern di Asia Tenggara terus meningkat.
Menurutnya, integrasi platform seperti AMES, ARAH Environment, dan CORA dapat menciptakan ekosistem pengelolaan limbah regional yang efisien sekaligus membuka potensi pertumbuhan jangka panjang bagi TOBA. “Dengan portofolio pengelolaan limbah yang semakin terintegrasi, TOBA berpotensi menjadi salah satu pemain regional yang memiliki keunggulan skala dan teknologi di sektor waste management dan waste-to-energy,” ucap Azis.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham TBS Energi Utama (TOBA) yang Buyback 825 Juta Saham Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News