KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (
MDIY) akan melanjutkan ekspansi jaringan toko baru pada tahun 2026. Perusahaan yang mengelola gerai MR DIY ini menargetkan pembukaan lebih dari 270 toko baru di berbagai wilayah Indonesia. Chief People Officer MDIY Frida Herlina Marpaung mengatakan strategi ekspansi akan terus mengarah pada perluasan jangkauan nasional yang inklusif, baik di daerah kota lapis dua atau tiga.
“Di tahun 2026 ini rencana pembukaan toko akan lebih dari 270 toko, sehingga sampai saat ini secara total kita sudah beroperasi dengan lebih dari 1.200 toko dengan rencana perluasan yang inklusif,” Kata Frida di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Penjualan Alat Berat dan Batubara United Tractors (UNTR) Terkoreksi per Februari 2026 Untuk aksi ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal (
capex) sekitar Rp 720 miliar untuk pembukaan gerai baru. Alokasi ini juga tidak berbeda jauh bila dibandingkan tahun sebelumnya. Selain memperluas jaringan toko reguler, MDIY juga mulai mengembangkan konsep
flagship store. Toko dengan konsep ini memiliki ukuran lebih besar serta menghadirkan pengalaman belanja yang lebih modern. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai langkah ekspansi ini berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan jumlah gerai.Namun, di sisi lain, ekspansi juga membuka peluang meningkatnya tekanan persaingan di segmen ritel
value for money. Menurutnya, kompetisi yang semakin ketat dapat menekan daya tawar harga (
pricing power) dan produktivitas gerai, terutama di wilayah yang sudah padat. Selain itu, di tengah kondisi daya beli yang masih selektif, pelaku usaha berpotensi mengandalkan strategi promosi yang lebih agresif, yang pada akhirnya bisa menekan margin keuntungan.
Baca Juga: IHSG Berhasil Menguat Hari Ini (13/4), Intip Pergerakannya Pada Selasa (14/4) "Di tengah daya beli yang masih selektif, kompetisi yang intens berpotensi memicu strategi promosi lebih agresif sehingga menekan margin, meskipun
positioning harga terjangkau menjadi penopang relatif," kata Azis kepada Kontan. Senin (13/4/2026). Secara keseluruhan, prospek pertumbuhan MDIY untuk tahun 2026 dinilai masih solid. Namun, dengan potensi tekanan margin yang lebih tinggi, pertumbuhan laba diperkirakan akan lebih terbatas. Azis masih merekomendasikan sikap
wait and see terhadap saham MDIY, mengingat pergerakan harga sahamnya yang masih berada dalam tren penurunan. Hingga akhir perdagangan Senin (13/4/2026), pergerakan harga saham MDIY berada di posisi Rp 885 per saham atau menurun 1,12% dalam sehari. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini mengalami pelemahan 11,06%. Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan mencatat hasil yang positif sepanjang 2025. Pendapatan meningkat 16,7% secara tahunan menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp6,78 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga mengalami kenaikan dari Rp 1,07 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,13 triliun di tahun 2025. Pada 2026, manajemen menargetkan kinerja perusahaan baik dari sisi pendapatan maupun perolehan laba dapat kembali mencatat pertumbuhan positif.
Disamping rencana ekspansi gerai, MDIY juga memperkuat komitmennya terhadap tanggung jawab sosial. Melalui program MR. D.I.Y. Untuk Indonesia, perusahaan meluncurkan inisiatif Menginspirasi Generasi Inovator yang berfokus pada pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan aplikatif bagi pelajar. Frida menegaskan ekspansi bisnis perlu selaras dengan kontribusi terhadap masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan perusahaan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi komunitas lokal. “Jadi kita tidak hanya harus selalu berfokus kepada perkembangan bisnis, namun juga memberikan kontribusi yang positif ke Indonesia lewat komunitas-komunitas lokal. Itu juga bisa yang selalu kita lakukan dan kita usahakan untuk memberikan dampak yang positif,” ucap Frida. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News