KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan industri peralatan rumah tangga global kini tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi dan jangkauan pasar. Pengembangan produk yang menyesuaikan kebutuhan konsumen lokal serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), turut menjadi bagian dari strategi perusahaan. Perkembangan tersebut juga terlihat pada Haier Smart Home yang terus memperluas operasionalnya di berbagai kawasan sekaligus meningkatkan penggunaan AI dalam proses bisnis internal. Strategi tersebut bersamaan dengan pengembangan ekosistem smart home yang menghubungkan perangkat rumah tangga dengan teknologi digital.
Akhir Juli lalu, Haier Smart Home tercatat menempati peringkat 378 dalam daftar Fortune Global 500. Naik 12 posisi dari tahun sebelumnya. Haier mengoperasikan sejumlah merek, di antaranya Haier, Casarte, Leader, GE Appliances, Fisher & Paykel, AQUA, dan Candy. Dalam penjelasannya, Haier menyebut, bisnis mereka ditopang fasilitas manufaktur dan pusat riset dan pengembangan (R&D) di sejumlah negara, dengan pengembangan produk yang disesuaikan dengan kondisi pasar lokal. Di Amerika Utara, GE Appliances menjadi salah satu pemain utama di pasar peralatan rumah tangga Amerika Serikat. Sementara di Eropa, Haier menerapkan pendekatan berbasis negara untuk menyesuaikan pengembangan produk dengan kebutuhan masing-masing pasar. Salah satu produk yang dikembangkan melalui kolaborasi tim R&D di Nuremberg, Milan, dan China adalah mesin cuci X11. Produk tersebut diklaim memiliki konsumsi energi 70% lebih rendah dibandingkan standar kelas energi A tertinggi di Eropa dan telah terjual lebih dari satu juta unit di 20 negara. Di Asia Tenggara, Haier juga memperluas kapasitas manufaktu, dengan menghadirkan basis produksi AC. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kedekatan antara proses produksi dan pasar di kawasan tersebut.
Baca Juga: Operasional Penerbangan ke NTT Tetap Berjalan Normal Pascagempa Flores Di sisi operasional, Haier mulai meningkatkan pemanfaatan AI melalui ZhiXiaoNeng, sistem berbasis AI yang diluncurkan pada Januari 2026. Sistem ini untuk mendukung berbagai proses bisnis. Mulai riset dan pengembangan, pengadaan, manufaktur dan logistik hingga aktivitas administratif. ZhiXiaoNeng telah digunakan oleh lebih dari 60.000 pengguna. Dalam proses manufaktur, sistem tersebut dapat membantu menyusun rencana proses berdasarkan data historis dalam waktu yang lebih singkat. Haier menyebut penggunaan teknologi tersebut meningkatkan akurasi hingga 20%.
Pemanfaatan AI juga disebut berkontribusi terhadap sejumlah perubahan operasional. Siklus pengembangan produk baru dipangkas sekitar 30%, sementara efisiensi manufaktur meningkat 20%. Rasio beban operasional atau
selling, general and administrative expenses (SG&A) menurun lima tahun berturut-turut. Haier Smart Home mengklaim, jumlah pengguna terdaftarnya telah mencapai sekitar 130 juta secara global, dengan 86,1 miliar interaksi skenario setiap tahun. Dengan ekspansi pasar dan peningkatan penggunaan teknologi tersebut, bisnis Haier kini tidak hanya bertumpu pada penjualan peralatan rumah tangga, tapi juga berkembang ke ekosistem perangkat yang terhubung. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News