KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk terus mencari cadangan produksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan, pertumbuhan, dan ketahanan perusahaan. Tercatat, saat ini total cadangan aluvial emiten berkode saham TINS ini sebesar 377.549 ton atau masih bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan. “Strategi peningkatan penguasaan sumber daya dan cadangan yang terukur, terbukti menjadi strategi utama yang berlanjut dan berkesinambungan,” kata Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra kepada Kontan.co.id, Senin (8/10). Dalam proses pencarian cadangan baru ini, TINS menjajaki dua negara yaitu Nigeria dan Myanmar. Emil bilang, semakin tipisnya cadangan bijih timah aluvial di darat serta semakin sulit dan mahalnya biaya pembebasan tanah mendorong TINS melakukan ekspansi sampai ke luar negeri.
Ekspansi ke Nigeria, Timah (TINS) kucurkan Rp 80 miliar untuk tahap awal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk terus mencari cadangan produksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan, pertumbuhan, dan ketahanan perusahaan. Tercatat, saat ini total cadangan aluvial emiten berkode saham TINS ini sebesar 377.549 ton atau masih bisa bertahan sampai 10 tahun ke depan. “Strategi peningkatan penguasaan sumber daya dan cadangan yang terukur, terbukti menjadi strategi utama yang berlanjut dan berkesinambungan,” kata Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra kepada Kontan.co.id, Senin (8/10). Dalam proses pencarian cadangan baru ini, TINS menjajaki dua negara yaitu Nigeria dan Myanmar. Emil bilang, semakin tipisnya cadangan bijih timah aluvial di darat serta semakin sulit dan mahalnya biaya pembebasan tanah mendorong TINS melakukan ekspansi sampai ke luar negeri.