KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekspansi yang dilakukan sejumlah perusahaan otobus (PO) mulai memberikan angin segar bagi industri karoseri nasional. Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) mencatat permintaan bus meningkat sekitar 10% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk mengembalikan kinerja industri ke level sebelum mengalami perlambatan pada 2025. Ketua Umum Askarindo Jimmy Tenacious mengatakan, penambahan armada oleh sejumlah PO menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya permintaan bus pada tahun ini.
"Kondisi industri karoseri di akhir semester I mengalami perbaikan. Terjadi peningkatan kurang lebih 10% dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Jimmy kepada KONTAN, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Askarindo: Permintaan Bus di Semester I-2026 Naik 10%, Belum Pulih ke Level 2024 Meski ekspansi PO berdampak positif terhadap industri, Jimmy menilai pemulihan yang terjadi masih terbatas. Menurutnya, industri karoseri belum kembali menikmati pertumbuhan seperti pada 2023 hingga 2024. "Tentu saja ekspansi PO berdampak baik terhadap industri karoseri, akan tetapi hal tersebut belum menjawab kembalinya tren positif dibandingkan tahun 2023–2024. Tahun 2025 industri karoseri mengalami penurunan cukup tinggi berkaitan dengan kebijakan pengetatan anggaran pemerintah, dan sampai saat ini belum terjadi peningkatan yang signifikan," katanya. Jimmy menjelaskan, struktur permintaan bus juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pesanan lebih banyak berasal dari sektor pariwisata, kini permintaan didominasi oleh bus AKAP dan bus kota. Menurutnya, tingginya permintaan bus kota didukung oleh rencana pengembangan koridor transportasi massal di sejumlah daerah, termasuk Transjakarta, Trans Semarang, dan Trans Surabaya. Selain peluang tersebut, industri masih menghadapi tantangan dari meningkatnya persaingan produk impor, khususnya bus asal China. Kondisi itu dinilai perlu diantisipasi melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada industri dalam negeri. "Kami sangat mengharapkan kebijakan pemerintah yang tegas dan ketat mengenai TKDN sehingga industri karoseri Indonesia terlindungi. Industri karoseri nasional saat ini mampu bersaing dengan karoseri global," ujarnya.
Baca Juga: Industri Otobus Lesu: Penumpang Turun, Investasi Armada Baru Tertahan Ke depan, Askarindo berharap pembangunan jaringan jalan tol dan infrastruktur transportasi yang terus berlangsung dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri. Penyelesaian ruas Trans Jawa, pengembangan jalur selatan, hingga pembangunan Trans Sumatera dinilai berpotensi meningkatkan kebutuhan armada bus baru pada semester II 2026. "Kami sangat mengharapkan tren positif pertumbuhan angkutan darat pada semester kedua tahun ini seiring pembangunan infrastruktur jalan yang terus digenjot," tutup Jimmy. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News