Ekspansi Pabrik, Bank DBS Indonesia Gabung Beri Pembiayaan Sindikasi Zhongce Rubber



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. DBS Bank Ltd (Bank DBS) memberi pembiayaan sindikasi kepada Zhongce Rubber Group Co., Ltd., produsen ban terbesar di China. Pembiayaan sindikasi berjangka tiga tahun ini juga ditujukan kepada anak usahanya di Indonesia, PT Matahari Tire Indonesia.

Total nilai pembiayaan sindikasi tersebut mencapai US$ 100 juta dan RMB 1,05 miliar, dengan opsi tambahan greenshoe sebesar RMB 395 juta. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan basis manufaktur luar negeri kedua Zhongce Rubber di Indonesia, seiring strategi ekspansi global.

Sejalan dengan pembiayaan sindikasi tersebut, PT Bank DBS Indonesia juga menyediakan fasilitas pinjaman bilateral jangka pendek (bridge loan) dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Fasilitas ini dilengkapi dengan solusi pembiayaan dan lindung nilai melalui skema cross-currency swap, guna memenuhi kebutuhan pendanaan secara menyeluruh, termasuk pembangunan pabrik dan modal kerja di Indonesia.


Baca Juga: Maybank Group Buat Strategi Lima Tahun, Bidik ROE 13%–14% pada 2030

Dalam transaksi ini, Bank DBS China bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (MLA). Dengan memanfaatkan kolaborasi lintas negara serta hubungan jangka panjang antara DBS Hangzhou dan Zhongce Rubber, Bank DBS mengerahkan tim di China, Singapura, dan Indonesia untuk memastikan proses perancangan, persetujuan, hingga pencairan dana dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.

Eksekusi yang mulus tersebut menegaskan kapabilitas model layanan terintegrasi “One Bank” Bank DBS dalam mendukung ekspansi global perusahaan asal Tiongkok, sekaligus memastikan kelancaran proyek investasi luar negeri klien.

Untuk menyesuaikan kebutuhan likuiditas jangka pendek dan penggunaan mata uang pendanaan, Bank DBS Indonesia juga mengatur fasilitas pinjaman bilateral jangka pendek. Selain itu, solusi pembiayaan yang dirancang secara khusus membantu klien dalam pengelolaan treasury onshore, mitigasi risiko nilai tukar akibat transaksi multi-mata uang, serta meningkatkan fleksibilitas pembiayaan dan efisiensi biaya.

Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin mengatakan, solusi terintegrasi lintas produk dan pasar ini mencerminkan kapabilitas Bank DBS Indonesia dalam pembiayaan lintas negara dan pengelolaan risiko pasar, sekaligus menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung arus investasi asing ke Indonesia.

“Dengan fondasi ekonomi yang kuat, posisi strategis di Asia, serta ekosistem industri yang terus berkembang, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi global, khususnya di sektor manufaktur dan rantai nilai otomotif,” ujar Anthonius dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Awal Tahun, Bank Masih Memupuk Uang di SBN

Sementara itu, Managing Director & Country Head Global Financial Markets Bank DBS Indonesia Puneet Punj menegaskan komitmen DBS untuk menjadi mitra tepercaya bagi nasabah dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar melalui solusi manajemen risiko yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Zhongce Rubber merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan, produksi, serta penjualan ban. Produk perseroan dipasarkan di hampir seluruh wilayah Tiongkok dan diekspor ke berbagai kawasan utama dunia, termasuk Eropa, Amerika, Afrika, Oseania, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

Perusahaan ini menempati peringkat pertama dalam 2024 China Top Tire Companies Ranking versi China Rubber Industry Association (CRIA). Selain itu, Zhongce Rubber juga dinobatkan sebagai produsen ban terbesar ke-9 dunia dan terbesar di Tiongkok pada 2025 oleh publikasi industri internasional Modern Tire Dealer (Amerika Serikat) dan Tyrepress (Inggris).

Selanjutnya: Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di 2026

Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan! Promo Alfamart Serba Gratis Berakhir 31 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News