Ekspansi Pabrik Urea Pupuk Kaltim di Papua Barat Ditargetkan Beroperasi pada 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sedang dalam proses pembangunan pabrik pupuk urea di Fakfak Papua Barat. Direncanakan agenda ekspansi ini dapat diselesaikan sesuai target yakni pada 2027 mendatang.

Lewat ekspansinya ini, proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat ini akan memiliki kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1,15 juta ton dan 660.000 ton untuk Amoniak.

SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim, Wisnu Ramadhani menyampaikan saat ini pihaknya sedang membangun pabrik pupuk urea di Papua Barat.


“Pembangunan pupuk yang dimulai di tahun ini mudah-mudahan dapat mulai beroperasi di 2027  dan menambah lagi kapasitas produksi di grup khususnya untuk menunjang ketahanan pangan nasional,” jelasnya dalam media briefing “Efektivitas Program MAKMUR sebagai Kunci Ketahanan Pangan Nasional” secara virtual, Rabu (1/3).

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, PKT dan Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk jual beli gas bumi untuk kebutuhan proyek pembangunan ini.

Baca Juga: Program Makmur Pupuk Kaltim Realisasikan Penyaluran Pendanaan Rp 2,93 Triliun di 2022

Sumber gas yang dipasok untuk proyek pembangunan ini akan diambil dari sumber gas yang telah disepakati yakni Lapangan Asap, Merah dan Kido (AMK) di Kasuri, Papua Barat dan rencana penyaluran gas ini akan mulai dilaksanakan pada tahap Pre-Commissioning di kuartal II-2027.

Wisnu menjelaskan lebih lanjut, saat ini PKT mengoperasikan 6 fasilitas produksi dengan perincian 5 di antaranya merupakan pabrik amonia dan urea. Adapun pabrik 7 mengoperasikan NPK Blending dan NPK Fusion.  

“Secara total kapasitas produksi Pupuk Kaltim untuk amonia sebanyak 2,7 metrik ton per tahun, pupuk urea 3,4 juta metrik ton, dan pupuk NPK 350.000 metrik ton,” jelasnya.

Sarana prasana yang menunjang penjualan dan pengiriman pupuk yang telah diproduksi ini melalui 137 gudang sewa di daerah-daerah. Wisnu menjelaskan, PKT lebih memilih menyewa gudang, karena lebih hemat dibandingkan membuat gudang sendiri.

Terkait proses distribusi, pihaknya juga memiliki fasilitas angkutan laut baik itu dalam bentuk curah, kantong, dan kontainer dari Bontang. Angkutan ini akan mendistribusikan pupuk dari pelabuhan-pelabuhan sampai ke gudang distributor, bahkan hingga ke kios pembeli yang berkontrak.  

Tidak hanya itu, PKT juga punya angkutan darat untuk melayani pengiriman antar gudang di wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTB, Surabaya, Semarang, Medan dan NTT.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Terus Ekspansi Menambah Kapasitas Produksi

Wisnu menjelaskan lebih lanjut, PKT bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk subsidi. Khusus untuk pupuk urea subsidi, pihaknya bertanggung jawab menyalurkan 1,1 juta ton ke 13 provinsi di Indonesia.

“Tugas PKT untuk menyalurkan pupuk urea dari kapasitas produksi 3,4 juta ton kita salurkan ke pupuk subsidi 1,1 juta ton. Sementara kebutuhan subsidi sendiri berdasarkan kebijakan yang ada alokasinya sekitar 4,6 juta ton. Sisanya dicover oleh perusahaan lainnya,” terangnya.

Untuk menjamin stok pupuk di dalam negeri, Wisnu menyampaikan, PKT rajin melaksanakan pemeliharaan pabrik dan mesin yang disesuaikan dengan musim tanam. Jadi ketika musim tanam berlangsung, PKT dapat mengoptimalkan produksinya. Lantas ketika musim tanam melandai, manajemen melakukan perbaikan pabrik.

Wisnu memastikan, bisa memproduksi sesuai dengan target yang sudah ditetapkan holding dan pemerintah.

Selain memastikan produksi lini 1 di Bontang, Pupuk Kaltim juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana seperti gudang di hampir seluruh kabupaten di daerah penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari