Ekspansi Tambang Emas Jadi Katalis Baru PTRO, Cek Rekomendasinya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Petrosea Tbk (PTRO) dinilai masih menjanjikan sepanjang 2026 seiring langkah ekspansi bisnis perseroan ke sektor tambang emas di Papua Nugini.

Langkah ini menandai diversifikasi komoditas PTRO yang selama ini dikenal kuat di sektor jasa pertambangan batubara.


Sebelumnya, PTRO juga telah menuntaskan proses binding offer dengan Tolu Minerals Limited pada 20 April 2026.

Dalam transaksi tersebut, Petrosea mengantongi convertible note senilai AUS$ 23,75 juta. Investasi ini sekaligus membuka peluang kerja sama operasional di sektor tambang emas.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai ekspansi ke tambang emas menjadi strategi positif untuk memperluas sumber pendapatan perseroan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis batubara.

Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Kamis (14/5), Ditopang Optimisme AI dan Pertemuan Trump-Xi

“Diversifikasi ini dinilai positif karena emas memiliki prospek jangka panjang yang menarik di tengah tingginya harga komoditas global,” ujar Sukarno kepada Kontan, Rabu (13/5/2026).

Melansir laporan keuangan perusahaan, PTRO membukukan pendapatan sebesar US$ 284,13 juta pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak 84,24% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan pendapatan periode sebelumnya yang sebesar US$ 154,22 juta.

Sejalan dengan itu, PTRO berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,39 juta, tumbuh 50,54% yoy dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 920.000.

Menurut dia, kinerja PTRO pada tahun ini masih berpotensi tumbuh ditopang backlog kontrak yang kuat, kontribusi proyek baru, serta pengembangan bisnis non-batubara yang mulai berkembang secara bertahap.

Selain ekspansi emas, Sukarno melihat katalis utama PTRO sepanjang 2026 berasal dari tingginya aktivitas jasa pertambangan dan peluang tambahan kontrak baru.

 
PTRO Chart by TradingView

Di samping itu, kontribusi proyek engineering, procurement, and construction (EPC) serta proyek infrastruktur juga diperkirakan menopang pertumbuhan pendapatan perseroan tahun ini.

“Dari sisi makro, harga batubara yang masih relatif stabil, tren harga emas yang kuat, serta belanja sektor energi dan hilirisasi nasional menjadi sentimen positif bagi perseroan,” jelasnya.

Meski demikian, Sukarno mengingatkan investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, seperti volatilitas harga komoditas, kenaikan biaya operasional, hingga potensi perlambatan ekonomi global yang dapat memengaruhi kinerja sektor pertambangan.

Secara fundamental, Sukarno menilai saham PTRO masih menarik didukung ekspansi bisnis dan visibilitas pendapatan yang solid.

Karena itu, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham PTRO dengan target harga di level Rp 8.325 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News