KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Strategi ekspansi PT Sariguna Primatirta Tbk (
CLEO) menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan yang terus bertumbuh. Pada tahun ini, CLEO kembali menambah kapasitas produksi melalui pembangunan tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, sementara fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV-2026.
Baca Juga: Upaya RS PMI Percepat Layanan dan Klaim BPJS Lewat Transformasi Digital Terpadu CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, ekspansi merupakan langkah konsisten perusahaan untuk mendekatkan produk kepada konsumen sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. “Strategi ekspansi adalah langkah konsisten CLEO untuk terus dekat dengan pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026). Sejalan dengan strategi tersebut, CLEO juga berencana melanjutkan ekspansi dengan menambah tiga pabrik baru di sejumlah wilayah potensial di Indonesia.
Baca Juga: Masuk Kuartal II-2026, Hero Global (HGII) Bidik Pemulihan Produksi dan Peluang EBT Di sisi kinerja, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 774,4 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 15,8% secara tahunan (
year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja positif di seluruh segmen. Segmen botol masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp 432,7 miliar atau naik 16,9% YoY. Sementara itu, segmen non-botol mencatatkan penjualan Rp 325,7 miliar atau tumbuh 16,2% YoY. “Permintaan pasar yang solid, didukung oleh perluasan kapasitas produksi, menjadi kunci penguatan kinerja kami,” tambah Melisa. Sejalan dengan peningkatan penjualan, CLEO juga membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 122,6 miliar pada periode Januari–Maret 2026 atau naik 5,2% YoY.
Baca Juga: KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik Capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat. Menurut Melisa, optimalisasi pabrik hasil ekspansi turut mendorong peningkatan volume penjualan, khususnya di wilayah-wilayah baru.
Penambahan kapasitas produksi dinilai memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan kinerja perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News